RadarBanyuwangi.id - Tur keliling boneka Annabelle yang tengah berlangsung di Amerika Serikat menjadi perbincangan hangat publik.
Boneka legendaris yang dipercaya dirasuki roh jahat ini kini tampil dalam rangkaian acara bertajuk "Devils on the Run", di bawah pengelolaan New England Society for Psychic Research (NESPR) yang kini dipimpin oleh Tony Spera, menantu dari mendiang Lorraine Warren.
Antusiasme Penggemar Paranormal
Para penggemar dunia supranatural menyambut tur ini dengan penuh semangat. Bagi sebagian orang, kesempatan untuk melihat langsung boneka Annabelle yang disebut-sebut sebagai salah satu benda paling terkutuk di dunia adalah pengalaman langka yang tidak boleh dilewatkan.
Mereka melihatnya sebagai bentuk eksplorasi spiritual dan kesempatan memahami sisi gelap dunia mistis secara lebih dekat.
Peringatan Keluarga Warren dan Potensi Bahaya
Namun di sisi lain, banyak pihak mempertanyakan apakah keputusan membawa Annabelle berkeliling kota-kota besar sesuai dengan prinsip yang dulu dijunjung oleh Ed dan Lorraine Warren, pasangan demonolog yang pertama kali menginvestigasi boneka ini.
Semasa hidupnya, Warren bahkan pernah memperingatkan bahwa Annabelle seharusnya tidak pernah dipindahkan dari tempat penyimpanannya, karena berisiko membangkitkan energi jahat yang tak terkendali.
Kekhawatiran ini tidak datang tanpa dasar. Seiring berjalannya tur, mulai bermunculan laporan mengenai kejadian aneh dan kecelakaan misterius di beberapa titik lokasi.
Dari alat elektronik yang tiba-tiba rusak hingga pengunjung yang mendadak jatuh sakit, berbagai peristiwa tersebut dikaitkan oleh sebagian masyarakat sebagai efek dari kehadiran Annabelle.
Langkah Keamanan dari Penyelenggara
Untuk menenangkan keresahan publik, penyelenggara menegaskan bahwa mereka telah menerapkan protokol keamanan ketat.
Boneka Annabelle disimpan dalam kotak kaca khusus yang dikunci rapat, tidak boleh disentuh oleh siapa pun, dan selalu dalam pengawasan seorang pastor atau rohaniwan selama perjalanan.
Langkah-langkah ini diklaim sebagai bentuk perlindungan baik terhadap boneka itu sendiri maupun terhadap publik yang berinteraksi dengannya.
Meski demikian, skeptisisme tetap mengemuka, terutama karena publikasi dan sensasi media justru semakin memperkuat aura mistis seputar Annabelle.
Hiburan atau Bahaya Tersembunyi?
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah tur ini murni bentuk hiburan bertema horor, atau justru membuka pintu bagi kekuatan gaib yang tak bisa dikendalikan?
Apakah kejadian-kejadian aneh di lokasi hanya kebetulan, atau merupakan tanda bahwa boneka ini seharusnya tidak diganggu?
Terlepas dari sudut pandang mana pun yang kamu anut, satu hal yang pasti, boneka Annabelle kembali menjadi pusat perhatian dunia, kali ini bukan di layar lebar, melainkan langsung di hadapan publik. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi