Galeri tersebut diresmikan oleh Ketua Umum Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Anna Reynhard Silitonga.
Peresmian galeri ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Anna didampingi oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim Asep Sutandar, Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Timur, serta pengurus dan anggota PIPAS Jawa Timur.
Galeri Osing Jeruji yang berlokasi di depan Lapas Banyuwangi menampilkan hasil karya dari warga binaan. Mulai dari hasil kerajinan tangan, berbagai aksesori, hingga kain batik.
Anna menyebut, keberadaan Galeri Osing Jeruji sebagai salah satu langkah nyata Lapas Banyuwangi untuk terus mendorong dan meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan bagi para warga binaannya.
”Torehan tanda tangan dalam prasasti, saya harapkan dapat menjadi pengingat sekaligus pemicu untuk senantiasa bertanggung jawab terhadap keberlangsungan dan keberadaan Galeri Osing Jeruji,” kata Anna yang istri Dirjen Pemasyarakatan Reynhard Silitonga.
Anna berharap, keberadaan Galeri Osing Jeruji mampu memicu semangat bagi warga binaan untuk serius dalam mengikuti kegiatan pembinaan sebagai bekal yang dapat dikembangkan ketika sudah bebas nantinya.
”Semoga keberadaan Galeri Osing Jeruji ini mampu memicu warga binaan di sini untuk men-challenge produktivitas melalui karya dan produk yang dihasilkan,” tegasnya.
Kepala Lapas Banyuwangi Agus Wahono mengatakan, Galeri Osing Jeruji bisa menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat. Meski warga binaan berada di tempat yang terbatas, namun mereka dibimbing untuk menyalurkan kreativitas yang dimiliki.
”Produk hasil karya warga binaan tidak kalah dengan yang beredar di pasaran. Kami terus memberikan wadah kepada mereka untuk menyalurkan kreativitasnya sebagai bekal yang dapat mereka manfaatkan ketika nantinya telah kembali ke masyarakat,” tegas Agus. (rio/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries