Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kreativitas Tanpa Batas, Bahan Bekas Pun Disulap Jadi Kostum Unik Karnaval Agustusan

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 27 Agustus 2023 | 14:00 WIB
Anis Marcell menunjukkan cara pembuatan pernak-pernik dari bahan bekas untuk kostum karnaval di butiknya Dusun Nganjukan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Jumat (25/8).
Anis Marcell menunjukkan cara pembuatan pernak-pernik dari bahan bekas untuk kostum karnaval di butiknya Dusun Nganjukan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Jumat (25/8).

RADAR GENTENG – Momen peringatan Kemerdekaan Indonesia, menjadi berkah bagi sebagian orang.

Salah satunya yang punya kemampuan membuat pernak-pernik dari bahan-bahan bekas, untuk dipakai kostum dalam karnaval Agustusan, Jumat (25/8).

Itu seperti Anis Marcell, 37, warga Dusun Nganjukan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Selama Agustusan ini, mengalami lonjakan pemasukan dari bisnis yang dijalankan.

“Ini momen kemerdekaan pertama yang dirayakan dengan kegiatan karnaval sejak pandemi Covid-19,” katanya.

Animo masyarakat yang tinggi dalam menyambut kemerdekaan itu, terang dia, mampu meningkatkan pendapatannya.

“Warga yang pesan pernak-pernik seperti mahkota dan kostum meningkat, dan ini membuat pendapatan juga meningkat,” ujarnya.

Dalam sebulan, Anis yang biasa mendapat pemasukan sekitar Rp 10 sampai Rp 20 juta, pada Agustusan ini mengalami peningkatan pesat hingga Rp 30 juta.

“Itu dari jualan pernak-pernik dan kostum ya, ada yang disewa juga,” tandasnya.

Anis menyebut, pernak-pernik yang dibuat itu seluruhnya dibuat dari bahan-bahan tak terpakai, seperti kopiah bekas, matras, dan kain perca.

“Itu dirangkai satu persatu. Awalnya dari imajinasi pribadi untuk kebutuhan sendiri, lama-kelamaan bisa jadi bisnis,” ujarnya.

Awal membuat pernak-pernik dari  bahan bekas itu, jelas dia, karena menganggap kostum dari bahan bekas lebih ekonomis.

“Kalau membuat kostum dari bahan seperti lempengan dan bahan yang biasa dipakai itu mahal. Bisa habis satu sampai dua juta, kalau ini bisa separonya,” ujarnya.

Dalam sehari, Anis mengungkap bisa membuat sekitar tiga sampai lima buah mahkota untuk hiasan kostum karnaval dari bahan bekas itu.

“Ala-ala BEC (Banyuwangi Etno Carnival). Sekarang lagi banyak yang pesan,” pungkasnya seraya mencontohkan pembuatan pernak-pernik itu. (sas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#mahkota #bahan bekas #agustusan #karnaval #imajinasi #kostum #ekonomis #kemerdekaan