Usaha ini ditekuni bapak dua anak yang sebelumnya buruh tani itu, setelah kesehatannya terus menurun. “Hanya ini yang bisa saya lakukan, atap dari ilalang ini saya jual hanya Rp 2000 per meter,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Saeroji mengaku dalam satu jam bisa membuat satu atap dengan ukuran dua meter. Hasil kerajinannya ini, dijual kepada pengepul. “Saya juga menjual rumput ilalang pada pengepul, satu ikat harganya Rp 2.500,” cetusnya.
Menurut Saeroji, dalam sehari bisa mengumpulkan sekitar 15 ikat rumput ilalang dalam kondisi basah. Setelah dikeringkan, sekitar dua hari menyusut menjadi 10 ikat. “Untuk atap, dalam sehari bisa membuat 10 biji dengan panjang 1,5 meter sampai dua meter, ukuran sesuai pesanan dari pengepul,” ungkapnya.
Para pembeli atap dari ilalang ini, lanjut dia, akan dibuat untuk membuat gubuk di sawah atau kandang ternak. “Walaupun pembeli tidak terlalu ramai, tapi lumayan bisa untuk menghidupi keluarga,” ujar penjual atap ilalang lainnya, Samsul Hadi. (mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi