Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jual Topeng Barong Tembus Luar Jawa

Agus Baihaqi • Sabtu, 16 Juli 2022 | 14:34 WIB
BUATAN SENDIRI: Puniran dan hasil karya topeng barong yang tembus hingga luar Jawa di rumahnya Dusun Kalikempit, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kamis (14/7). (Irham Muzaki/Radar Genteng)
BUATAN SENDIRI: Puniran dan hasil karya topeng barong yang tembus hingga luar Jawa di rumahnya Dusun Kalikempit, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Kamis (14/7). (Irham Muzaki/Radar Genteng)
GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng – Meski sudah berusia lanjut, Puniran, warga Dusun Kalikempit, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, tidak mau hidup dengan pasrah. Kakek yang sudah berumur 83 tahun itu, setiap hari bekerja dengan menjadi perajin topeng barong.

Hasil karya Puniran yang sudah digeluti sejak 25 tahun lalu itu, tidak hanya dibeli warga di Kota Gandrung saja, tapi banyak yang dikirim ke luar kota hingga luar Pulau Jawa. “Dibeli di luar kota dan luar Jawa,” cetus Puniran.

Menurut Puniran, hasil keterampilannya sudah biasa dikirim ke Kabupaten Lumajang, Jember, dan Malang. Sedang luar Jawa yang banyak memesan, itu di Sulawesi dan Kalimantan. “Kalau barang habis, saya langsung ditelpon untuk dikirim lagi, dan saya kirim lewat paket,” katanya.

Puniran mengaku pesanan dari luar Jawa, itu tidak terlalu sering. Topeng barong hasil kerajinan tangannya itu dijual dari Rp 75 ribu sampai Rp 250 ribu, melihat kesulitan dalam membuatnya. Untuk membuat 10 topeng barong, dibutuhkan waktu lima hari. “Juga melihat cuaca, kalau cuaca cerah bisa lebih banyak, karena catnya cepat kering,” jelasnya.

Kakek dengan tiga cucu itu mengaku untuk urusan kebutuhan dasar, perlengkapan topeng, hingga pengiriman diserahkan kepada anak dan menantunya yang tinggal serumah dengannya. “Pesanan tidak pasti, saya tidak tahu sebulan laku berapa, kadang kurang dari 100, kadang juga lebih,” cetusnya.

Puniran mengaku keterampilan membuat topeng barong itu secara otodidak. Selama ini, tidak pernah belajar kepada siapapun. “Beli lalu dibongkar dan saya tiru. Bisa buat satu, buat lagi, dan buat lagi. Saya coba tawarkan orang, ternyata dibeli,” ungkapnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi
#ekonomi kreatif #Jual Topeng #Topeng Barong #perjuangan hidup