Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Usaha Batik Pot Bunga Ramai Pesanan

Agus Baihaqi • Kamis, 7 Juli 2022 | 22:01 WIB
INDAH: Nasihin mengukir batik di pot di rumahnya Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Selasa (5/7). (Irham Muzaki/Radar Genteng)
INDAH: Nasihin mengukir batik di pot di rumahnya Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Selasa (5/7). (Irham Muzaki/Radar Genteng)
SILIRAGUNG, Jawa Pos Radar Genteng - Nasihin, 43, warga Dusun Silirsari, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, menekuni usaha kreatif membatik pot bunga sejak 2003. Usaha itu dilakukan karena hobi melukis dan mencukupi kebutuhan hidupnya.

Usaha Nasihin ini tidak berjalan mulus, pada 2012 sempat terhenti karena waktunya terkuras untuk mengurus sawahnya, saat itu ayahnya mulai sakit sakitan. “Saya berhenti mengukir sekitar sembilan tahun,” jelas Nasihin.

Baru pada Maret 2022, Nasihin kembali mengerjakan industri kreatif ini. Dia mengaku sejak kembali bekerja melukis pot, pesanan pot bunga yang dikerjakan berbagai ukuran selalu ada. “Sekarang masih ada tiga pesanan berukuran satu meter yang belum saya selesaikan,” ujarnya.

Nasihin mengaku masih mencari waktu luang untuk mengerjakan pesanan. Karena pada pagi sampai sore, harus mengurus sawahnya. Biasanya mengerjakan ukiran pot bunga pada pukul 19.00 hingga pukul 24.00. Setelah salat subuh, kembali melukis pot hingga pukul 07.00. “Saya dibantu oleh kedua adik saya,” jelasnya.

Nasihin membeli pot yang masih polos di Jogjakarta dengan harga paling kecil Rp 6.000 sampai Rp 150 ribu. Setelah diukir, dijual dengan harga Rp 15 ribu sampai 400 ribu. Untuk ukuran yang paling besar yang tingginya mencapai satu meter dan diameternya 45 centimeter, biasanya membutuhkan waktu dua hari pengerjaan. “Untuk ukuran kecil satu hari bisa selesai enam biji,” jelasnya.

Pesanan pot lukisan ini, jelas dia, dari berbagai daerah. Paling dari Jombang, dan selebihnya lokal Banyuwangi. Dulu sering kirim ke luar Banyuwangi, seperti Jember, Bali, dan Situbondo. “Saya dulu sering mengikuti event pameran di Banyuwangi seperti perayaan Hari Jadi Banyuwangi,” cetusnya.

Nasihin mengatakan akan fokus dalam usaha industri kreatif tersebut, dan menularkan kepada kedua adiknya karena di Banyuwangi terbilang masih jarang. “Eman usaha ini tidak diteruskan, hasilnya lumayan,” katanya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi
#ekonomi kreatif #pot bunga #Usaha Rakyat #Batik Pot