Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Pemberangkatan CJH, Permintaan Kopiah Naik Dratis

Agus Baihaqi • Sabtu, 4 Juni 2022 | 17:08 WIB
BUNGKUS: Karyawan di kerajinan kopiah milik Fuadi di Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu menata pesanan yang akan dikirim ke Jakarta. (Salis Ali/Radar Genteng)
BUNGKUS: Karyawan di kerajinan kopiah milik Fuadi di Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu menata pesanan yang akan dikirim ke Jakarta. (Salis Ali/Radar Genteng)
SEMPU, Radar Genteng – Menjelang pemberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH), para perajin kopiah yang banyak betebaran di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, kebanjiran berkah. Saat ini, mereka banyak menerima pesanan.

Pesanan itu tidak hanya dari daerah di Kabupaten Banyuwangi, tapi dari sejumlah kota di Indonesia. “Alhamdulillah, sekarang pesanan cukup banyak,” cetus Ahmad Nur Khoiri, 40, perajin kopiah asal Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kamis (2/6).

Menurut Khoiri, setiap pekan mengirim kopiah lebih dari 500 kodi ke berbagai kota yang ada di Indonesia. Untuk tahun ini, pesanan sangat tinggi hingga membuatnya kewalahan. “Sejak Ramadan sudah mulai naik, dan peningkatan itu semakin tinggi menjelang hajian,” katanya.

Pada hari biasa, jelas dia, permintaan dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), hanya sekitar 100 kodi per minggu. “Sekarang permintaan 500 kodi per minggu, juga banyak pesanan dari Kalimantan Selatan,” ungkapnya seraya menyebut satu kodi berisi 20 kopiah.

Untuk memproduksi kopiah ini, Khoiri mengaku melibatkan emak-emak yang ada di sekitar rumahnya. Ada 15 ibu-ibu yang membantu menjahit kopiah di rumahnya sendiri. “Pada hari-hari besar Islam, memang yang pesan kopiah ramai, tapi kali ini tinggi sekali,” ungkap Khoiri yang mengaku usaha warisan dari kakeknya ini sempat terhenti selama pandemi Covid-19.

Meski sedang kebanjiran orderan dari berbagai daerah, bukan berarti usaha yang dikelola di rumahnya itu bebas dari kendala. Saat ini, kendala yang dihadapi itu minimnya bahan baku kain berwarna putih. “Kain yang dibuat untuk kopiah ini khusus, pesannya langsung ke pabrik,” terangnya.

Perajin kopiah lainnya, Muhammad Fuadi, 27, mengaku pesanan kopiah menjelang keberangkatan para CJH ini sangat tinggi. “Permintaan naik, tapi kita kekurangan bahan baku untuk membuat kopiah,” sebutnya.

Untuk bahan baku, terutama kain putih ini, Fuadi mengaku tidak bisa mengakali dengan mengganti kain warna putih lainnya. Makanya, bila bahan baku habis, produksinya juga akan berhenti sementara. “Seadanya dulu, kalau bahan dari pabrik sudah datang, membuat kopiah lagi,” sebutnya.

Untuk bahan baku kain yang sedang telat ini, Fuadi menyebut pabrik kain yang sudah menjadi langganannya di Bandung, hingga kini belum beroperasi secara normal pasca Lebaran. “Pabriknya masih belum normal,” katanya. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#cjh #kopyah #haji #kopiah #kerajinan #penutup kepala #topi