RADARBANYUWANGI.ID – Hari kedua berada di Kota Madinah dimanfaatkan jemaah haji asal Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember yang tergabung dalam Kloter 85 untuk menapaki jejak perjuangan Rasulullah SAW. Selasa (16/6), mereka melaksanakan ziarah ke sejumlah situs bersejarah Islam yang menjadi saksi perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
Kegiatan yang difasilitasi Kloter 85 tersebut bukan sekadar perjalanan wisata religi. Lebih dari itu, ziarah menjadi sarana bagi para jemaah untuk memahami secara langsung sejarah Islam sekaligus mempertebal keimanan selama menjalankan ibadah haji.
Ketua Rombongan 7 KBIHU Sabilillah Banyuwangi, Akhmad Kholid Askandar, mengatakan perjalanan diawali dengan mengunjungi Masjid Quba. Masjid yang terletak di pinggiran Kota Madinah itu dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah dari Makkah.
Di tempat tersebut, para jemaah melaksanakan salat sunnah dan mendengarkan penjelasan mengenai sejarah berdirinya Masjid Quba yang menjadi simbol awal peradaban Islam di Madinah.
"Masjid Quba menjadi salah satu tempat yang paling berkesan bagi jemaah karena di sanalah Rasulullah SAW memulai pembangunan masyarakat Islam setelah hijrah," ujar Kholid.
Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jabal Uhud dan makam para syuhada Uhud. Kawasan ini menjadi salah satu lokasi bersejarah yang menyimpan kisah perjuangan dan pengorbanan para sahabat dalam mempertahankan Islam pada Perang Uhud.
Di kaki Gunung Uhud, jemaah tampak khusyuk memanjatkan doa sambil mengenang perjuangan para syuhada yang gugur dalam peperangan tersebut.
Perjalanan spiritual berlanjut ke Masjid Qiblatain. Masjid yang memiliki arti "dua kiblat" itu menjadi saksi peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni perpindahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Masjidilharam di Makkah.
Tak hanya itu, jemaah juga diajak mengunjungi kawasan Perang Khandaq. Lokasi tersebut menyimpan sejarah perjuangan kaum muslimin menghadapi serangan pasukan sekutu yang jumlahnya jauh lebih besar pada masa Rasulullah SAW.
Menurut Kholid, setiap tempat yang dikunjungi memiliki pelajaran berharga yang dapat dijadikan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui ziarah ini, jemaah dapat memahami secara langsung sejarah perjuangan Islam sehingga semakin menambah keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW," katanya.
Suasana haru dan khidmat mewarnai perjalanan tersebut. Banyak jemaah yang mengaku terharu karena dapat menyaksikan langsung tempat-tempat yang selama ini hanya mereka kenal melalui buku atau kajian keislaman.
Bagi para jemaah, ziarah ke situs-situs bersejarah di Madinah bukan hanya menjadi pelengkap perjalanan ibadah haji. Namun, juga menjadi momentum memperkuat spiritualitas, memperdalam pemahaman sejarah Islam, serta menumbuhkan semangat untuk meneladani perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam kehidupan sehari-hari. (aif)
Editor : Ali Sodiqin