Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ada Perubahan Layanan Bus Shalawat, Jemaah Haji Jangan Sampai Salah Jadwal

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 11 Juni 2026 | 05:00 WIB
BERJUBEL: Jemaah haji Banyuwangi saat antre naik Bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Rabu (10/6). (Muklis for Radar Banyuwangi)
BERJUBEL: Jemaah haji Banyuwangi saat antre naik Bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Rabu (10/6). (Muklis for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Jemaah haji diminta lebih cermat mengatur jadwal ibadah dan keberangkatan ke Masjidilharam menyusul adanya perubahan layanan transportasi Bus Shalawat. Sesuai pemberitahuan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, layanan pengantaran menuju Masjidilharam kini hanya beroperasi hingga pukul 03.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kebijakan tersebut berlaku di seluruh terminal Bus Shalawat yang melayani jemaah haji, termasuk Terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka'bah. Setelah pukul 03.00 WAS, layanan pengantaran menuju Masjidilharam dihentikan sementara sebagai bagian dari pengaturan mobilitas jemaah yang diterapkan otoritas setempat.

Perubahan ini menjadi perhatian penting bagi ribuan jemaah yang rutin memanfaatkan Bus Shalawat untuk menuju masjid suci, terutama mereka yang berencana melaksanakan ibadah malam, qiyamul lail, maupun salat Subuh di Masjidilharam.

Ketua Regu 3 Rombongan 6 KBIHU Sabilillah Kloter 85, Khoirul Muklis, mengingatkan seluruh jemaah agar menyesuaikan waktu keberangkatan dan tidak datang ke terminal setelah layanan pengantaran ditutup.

“Jemaah perlu mengatur waktu keberangkatan lebih awal, terutama yang ingin melaksanakan ibadah malam atau menjelang subuh di Masjidilharam. Jangan sampai datang ke terminal setelah layanan pengantaran ditutup sementara,” ujarnya.

Menurut Muklis, penghentian layanan setelah pukul 03.00 WAS bukan disebabkan kendala teknis maupun operasional. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pengaturan arus dan kepadatan jemaah yang dilakukan otoritas Arab Saudi di kawasan Masjidilharam.

Dengan jutaan jemaah yang memadati Kota Makkah selama musim haji, pengaturan transportasi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelancaran pergerakan jemaah sekaligus mengurangi potensi penumpukan massa di area terminal maupun kawasan masjid.

Karena itu, jemaah diimbau datang lebih awal ke terminal keberangkatan. Pada masa puncak pelaksanaan ibadah haji, antrean bus dan kepadatan penumpang meningkat signifikan sehingga membutuhkan penyesuaian waktu perjalanan.

Selain itu, jemaah diminta mengikuti seluruh arahan petugas kloter, ketua rombongan, maupun petugas transportasi yang bertugas di terminal dan hotel. Informasi terbaru terkait jadwal operasional bus dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan otoritas Masjidilharam.

Muklis menegaskan bahwa komunikasi dan kedisiplinan jemaah menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa terkendala transportasi.

“Kami akan segera menyampaikan apabila ada perubahan jadwal atau pengaturan baru. Yang terpenting, jemaah tetap menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas agar ibadah berjalan lancar,” katanya.

Kebijakan pengaturan Bus Shalawat ini juga sejalan dengan upaya penyelenggaraan haji yang ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Melalui pengaturan transportasi yang lebih tertib, mobilitas jemaah diharapkan tetap aman, nyaman, dan terkendali di tengah tingginya aktivitas ibadah di Masjidilharam.

Bagi jemaah yang berencana melaksanakan ibadah pada malam hingga dini hari, penyesuaian waktu keberangkatan menjadi kunci agar tetap dapat memanfaatkan layanan transportasi resmi yang disediakan selama musim haji berlangsung. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#layanan transportasi #Arab Saudi #bus shalawat #jemaah haji #masjidilharam