RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang keberangkatan menuju Madinah, ratusan jemaah haji asal Banyuwangi tidak memilih berdiam diri di hotel. Mereka memanfaatkan sisa waktu di Kota Makkah dengan menyusuri jejak sejarah Islam melalui kegiatan city tour dan ziarah ke sejumlah lokasi yang memiliki peran penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda pembinaan sekaligus sarana menambah wawasan keislaman bagi para jemaah sebelum memasuki tahapan perjalanan berikutnya di Tanah Suci.
Ketua Rombongan 6 KBIHU Sabilillah Banyuwangi Akhmad Murojikin mengatakan, jemaah mengikuti ziarah ke beberapa titik bersejarah yang selama ini dikenal sebagai bagian penting perkembangan Islam di Makkah.
Lokasi yang dikunjungi antara lain Makam Ma'la, Masjid Jin, dan Masjid Syajarah. Setiap tempat memiliki nilai historis tersendiri yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
“Selain menjadi bagian dari kegiatan pembinaan, ziarah ini juga memberikan pemahaman lebih mendalam kepada jemaah mengenai sejarah Islam secara langsung di lokasi peristiwanya,” ujarnya.
Sekaligus Menjalankan Umrah Sunah
Tak hanya mengikuti city tour, sebagian jemaah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melaksanakan umrah sunah.
Pengambilan miqat dilakukan di Masjid Tan'im, salah satu lokasi yang kerap menjadi pilihan jemaah untuk memulai ibadah umrah tambahan selama berada di Makkah.
Untuk memudahkan pelaksanaan ibadah, jemaah laki-laki telah membawa pakaian ihram sejak berangkat dari hotel sehingga rangkaian kegiatan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai jadwal.
Menurut Murojikin, agenda ziarah dan umrah sunah menjadi cara yang bermanfaat untuk mengisi waktu sembari menunggu jadwal keberangkatan menuju Madinah.
Tak Semua Lokasi Dikunjungi dengan Turun dari Bus
Meski mengunjungi sejumlah titik bersejarah, tidak semua lokasi disinggahi dengan turun langsung dari kendaraan.
Dalam pelaksanaan city tour, beberapa objek hanya dilihat dan dijelaskan dari dalam bus oleh pembimbing perjalanan.
Langkah tersebut dilakukan karena berbagai pertimbangan teknis, mulai keterbatasan waktu, kepadatan lalu lintas di Makkah, minimnya area parkir, aturan akses di lokasi tertentu, hingga faktor keselamatan dan kenyamanan jemaah yang mayoritas berusia lanjut.
Meski demikian, para peserta tetap mendapatkan penjelasan lengkap mengenai sejarah, fungsi, dan keutamaan lokasi yang dilalui.
Menyerap Spirit Sejarah Sebelum ke Madinah
Bagi banyak jemaah, city tour bukan sekadar perjalanan wisata religi. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung tempat-tempat yang selama ini hanya dikenal melalui buku, ceramah, atau kajian keagamaan.
Dengan menyaksikan langsung lokasi-lokasi bersejarah, jemaah diharapkan dapat lebih memahami konteks perjalanan dakwah Islam sekaligus meningkatkan kekhusyukan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.
Pendekatan tersebut juga dinilai lebih efektif karena memungkinkan seluruh agenda berjalan sesuai jadwal tanpa mengurangi substansi materi yang ingin disampaikan kepada jemaah.
Menjelang keberangkatan ke Madinah, suasana spiritual para jemaah Banyuwangi pun semakin terasa. Di sela rangkaian ibadah yang padat, mereka tidak hanya memperbanyak doa dan ibadah di Masjidil Haram, tetapi juga menapaki jejak sejarah yang menjadi fondasi perkembangan Islam hingga saat ini. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin