RADARBANYUWANGI.ID – Kabar duka menyelimuti keluarga besar jamaah haji asal Banyuwangi. Seorang jamaah yang tergabung dalam Kloter 84 dilaporkan wafat di Tanah Suci pada Jumat dini hari waktu Arab Saudi setelah sebelumnya masih sempat menjalankan salat Subuh berjamaah bersama rombongan.
Jamaah tersebut adalah Soejadi, warga Jalan Basuki Rahmat Nomor 167 RT 03 RW 03, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta sesama jamaah yang selama ini mendampinginya menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Yang membuat peristiwa ini begitu mengharukan, almarhum diketahui tidak menunjukkan keluhan kesehatan ataupun tanda-tanda sakit sebelum wafat.
Bahkan beberapa saat sebelum mengembuskan napas terakhir, Soejadi masih menjalankan aktivitas sebagaimana biasanya dan mengikuti salat Subuh berjamaah.
Masih Salat Subuh Berjamaah
Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter 84, Zainur Rofiq, menjelaskan bahwa kondisi almarhum sebelumnya terlihat sehat dan tidak mengeluhkan gangguan kesehatan apa pun.
Pada Jumat dini hari, Soejadi masih bergabung bersama jamaah lainnya untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah.
Usai menunaikan ibadah, almarhum kembali menuju kamar tempatnya beristirahat.
Tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan maupun keluhan yang disampaikan kepada rekan-rekan satu kamar ataupun petugas kesehatan kloter.
"Beliau sebelumnya tidak mengeluhkan sakit dan masih sempat melaksanakan salat Subuh berjamaah. Setelah kembali ke kamar dan hendak minum, beliau tiba-tiba tidak sadarkan diri," ujar Zainur Rofiq.
Tiba-Tiba Tak Sadarkan Diri
Menurut keterangan yang dihimpun dari sesama jamaah, peristiwa itu terjadi tidak lama setelah almarhum kembali ke kamar.
Saat hendak minum dan mengambil gelas yang berada di atas meja, Soejadi mendadak duduk dalam posisi jongkok.
Melihat kondisi tersebut, rekan sekamar segera memberikan bantuan dan membopong almarhum menuju tempat tidur.
Namun kondisi Soejadi semakin mengkhawatirkan karena tidak memberikan respons.
Jamaah yang berada di lokasi langsung memanggil tim kesehatan kloter untuk memberikan pertolongan darurat.
Petugas medis segera menuju kamar begitu menerima laporan dari jamaah.
Sayangnya, saat tim kesehatan tiba di lokasi, kondisi almarhum diduga sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Wafat Pukul 04.45 WAS
Berdasarkan laporan petugas kloter, Soejadi dinyatakan wafat pada pukul 04.45 waktu Arab Saudi.
Kabar wafatnya almarhum dengan cepat menyebar di kalangan jamaah Kloter 84 dan menimbulkan suasana haru.
Banyak jamaah yang mengenal sosok Soejadi sebagai pribadi yang baik, ramah, dan bersemangat menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci.
Kepergian almarhum setelah menunaikan salat Subuh berjamaah juga menimbulkan kesan mendalam bagi rekan-rekannya.
Tidak sedikit jamaah yang meyakini bahwa almarhum memperoleh husnul khatimah karena wafat dalam keadaan menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Meninggal di Tanah Suci Jadi Impian Banyak Muslim
Bagi umat Islam, meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji sering dipandang sebagai kemuliaan tersendiri.
Terlebih jika wafat terjadi ketika seseorang sedang berada dalam rangkaian ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Karena itu, kabar wafatnya Soejadi tidak hanya menghadirkan kesedihan, tetapi juga doa dan harapan agar seluruh amal ibadahnya diterima serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Sesama jamaah terus mengirimkan doa untuk almarhum agar seluruh perjalanan hajinya menjadi penyempurna amal dan pengabdian selama hidup.
Proses Pemulasaraan Ditangani Sesuai Ketentuan
Petugas haji bersama pihak terkait telah menangani seluruh proses pemulasaraan dan administrasi almarhum sesuai prosedur yang berlaku bagi jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi.
Proses tersebut meliputi pemeriksaan medis, penerbitan dokumen resmi, hingga pelaksanaan pemakaman sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi.
Kementerian Agama bersama petugas kloter juga melakukan koordinasi dengan keluarga di tanah air untuk menyampaikan informasi terkait wafatnya almarhum.
Seluruh hak jamaah haji yang wafat, termasuk administrasi dan dokumen pendukung, akan diproses sesuai aturan yang berlaku.
Duka dari Banyuwangi untuk Tanah Suci
Kepergian Soejadi menjadi salah satu kabar duka yang menyertai perjalanan ibadah haji tahun 2026.
Di tengah jutaan umat Islam dari berbagai negara yang berkumpul di Tanah Suci, almarhum mengakhiri perjalanan hidupnya di tempat yang selama ini menjadi tujuan spiritual umat Muslim di seluruh dunia.
Bagi keluarga di Banyuwangi, kabar tersebut tentu menjadi pukulan berat. Namun di sisi lain, banyak pihak meyakini bahwa wafatnya almarhum setelah menunaikan salat Subuh di Tanah Suci merupakan akhir kehidupan yang penuh kemuliaan.
Kini, doa-doa terus mengalir dari Banyuwangi untuk Soejadi.
Semoga almarhum mendapat ampunan, diterima seluruh amal ibadahnya, serta memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian tersebut. (*)
Editor : Ali Sodiqin