Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Momen Haru Jamaah Banyuwangi Saat Mengunjungi Gua Hira dan Jabal Tsur di Makkah

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 4 Juni 2026 | 07:21 WIB
KENANG PERJUANGAN RASULULLAH: Jemaah haji kloter 85 asal Banyuwangi berziarah ke Jabal Tsur sebagai rangkaian city tour usai melaksanakan puncak ibadah haji, Rabu (3/6). (Kholid Askandar for Radar Banyuwangi)
KENANG PERJUANGAN RASULULLAH: Jemaah haji kloter 85 asal Banyuwangi berziarah ke Jabal Tsur sebagai rangkaian city tour usai melaksanakan puncak ibadah haji, Rabu (3/6). (Kholid Askandar for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Setelah menuntaskan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jamaah haji Kloter 85 asal Banyuwangi mulai menikmati fase berikutnya yang tak kalah bermakna. Mereka diajak menelusuri jejak sejarah Islam melalui kegiatan city tour dan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Kota Makkah, Rabu (3/6).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para jamaah untuk memperdalam pengalaman spiritual setelah menyelesaikan rangkaian ibadah wajib haji. Selain beribadah, mereka kini berkesempatan menyaksikan secara langsung tempat-tempat yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Sejak pukul 06.30 waktu Arab Saudi, ratusan jamaah telah berkumpul di lobi hotel untuk memulai perjalanan religi tersebut. Dengan penuh antusias, mereka menaiki bus menuju berbagai situs bersejarah yang selama ini hanya dikenal melalui kajian keagamaan, buku sejarah Islam, maupun ceramah.

Rute perjalanan meliputi sejumlah lokasi penting dalam sejarah Islam, mulai Jabal Tsur, Padang Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur hingga Gua Hira.

Napak Tilas Perjuangan Rasulullah

Ketua Rombongan 7 KBIHU Sabilillah Banyuwangi, Akhmad Kholid Askandar, mengatakan kegiatan city tour bukan sekadar perjalanan wisata religi, tetapi menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai perjalanan dakwah Rasulullah SAW.

Menurutnya, banyak jamaah yang selama ini hanya mengetahui lokasi-lokasi bersejarah tersebut melalui bacaan maupun kajian keislaman. Saat berada langsung di lokasi, pemahaman dan penghayatan spiritual jamaah menjadi jauh lebih mendalam.

“Alhamdulillah, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian wajib haji, jamaah kini dapat mengikuti city tour dan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah di Makkah. Ini menjadi pengalaman spiritual yang sangat berharga karena jamaah bisa menyaksikan langsung lokasi-lokasi yang selama ini hanya diketahui melalui kajian dan bacaan,” ujarnya.

Perjalanan diawali menuju Jabal Tsur, bukit bersejarah yang menjadi lokasi persembunyian Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Ash-Shiddiq saat hijrah dari Makkah menuju Madinah.

Selanjutnya jamaah mengunjungi Padang Arafah dan Jabal Rahmah, lokasi yang menjadi pusat pelaksanaan wukuf sekaligus diyakini sebagai tempat pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah diturunkan ke bumi.

Rombongan juga melintasi kawasan Muzdalifah dan Mina yang beberapa hari sebelumnya menjadi lokasi utama pelaksanaan mabit dan lempar jumrah saat puncak ibadah haji.

Menyaksikan Langsung Gua Hira

Salah satu destinasi yang paling menarik perhatian jamaah adalah Jabal Nur dan Gua Hira.

Tempat ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi umat Islam karena menjadi lokasi turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Meski tidak seluruh jamaah naik hingga ke puncak bukit karena faktor usia dan kondisi fisik, banyak di antara mereka yang tetap antusias mengabadikan momen saat berada di sekitar kawasan tersebut.

Bagi jamaah lanjut usia, keberadaan di lokasi bersejarah itu sudah menjadi pengalaman tersendiri yang memberikan kesan mendalam selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Bersiap Menjalankan Umrah Sunnah

Selain mengikuti city tour, jamaah Kloter 85 Banyuwangi juga dijadwalkan melaksanakan umrah sunnah.

Prosesi pengambilan miqat akan dilakukan di Masjid Ji'ranah sebelum jamaah melanjutkan perjalanan menuju Masjidilharam untuk menunaikan rangkaian ibadah umrah berupa tawaf, sa'i, dan tahallul.

Panitia kloter telah mengingatkan jamaah agar mempersiapkan seluruh kebutuhan ibadah sejak keberangkatan dari hotel.

Khusus jamaah laki-laki yang akan melaksanakan umrah sunnah diminta membawa kain ihram sejak awal perjalanan karena proses niat umrah dilakukan dari lokasi miqat.

Sementara bagi jamaah yang kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, diberikan keleluasaan untuk beristirahat di hotel maupun memperbanyak ibadah di Masjidilharam sesuai kemampuan masing-masing.

Fase Ibadah yang Lebih Tenang

Berakhirnya puncak pelaksanaan ibadah haji membuat suasana jamaah kini relatif lebih tenang dibandingkan saat fase Armuzna yang menguras tenaga dan konsentrasi.

Pada fase ini, jamaah dapat lebih fokus memperbanyak ibadah sunnah, berdoa di Masjidilharam, serta mengunjungi berbagai situs sejarah Islam yang tersebar di sekitar Kota Makkah.

Bagi banyak jamaah Banyuwangi, kesempatan mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah tersebut menjadi pelengkap perjalanan spiritual yang telah lama mereka impikan.

Selain memperdalam pemahaman sejarah Islam, kegiatan tersebut juga menjadi sarana refleksi untuk meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam di tengah berbagai tantangan pada masanya.

Dengan kondisi jamaah yang secara umum tetap terpantau baik pasca-Armuzna, rangkaian city tour dan umrah sunnah diharapkan dapat berjalan lancar hingga menjelang fase pemulangan ke Tanah Air. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kloter 85 Banyuwangi #umrah sunnah #city tour Makkah #Gua Hira #Jamaah Haji Banyuwangi