Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jemaah Haji Banyuwangi Kloter 85 Rampungkan Tawaf Ifadah, Sebagian Jalani Ibadah Bertahap karena Faktor Kesehatan

Ali Sodiqin • Rabu, 3 Juni 2026 | 04:00 WIB
SEMPURNAKAN IBADAH HAJI: Jemaah haji kloter 85 asal Banyuwangi usai melaksanakan tawaf ifadah di Masjidilharam, Selasa (2/6). (Kholid Askandar for Radar Banyuwangi)
SEMPURNAKAN IBADAH HAJI: Jemaah haji kloter 85 asal Banyuwangi usai melaksanakan tawaf ifadah di Masjidilharam, Selasa (2/6). (Kholid Askandar for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar menggembirakan datang dari Tanah Suci. Jemaah haji asal Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 85 secara bertahap telah menuntaskan tawaf ifadlah, salah satu rukun utama dalam ibadah haji yang menjadi penanda kesempurnaan pelaksanaan rangkaian wajib haji. Meski demikian, pelaksanaannya tidak dilakukan secara serentak karena sebagian jemaah masih menjalani pemulihan kondisi fisik usai melewati fase puncak ibadah di Armuzna.

Tawaf ifadlah menjadi salah satu tahapan paling penting setelah jemaah menyelesaikan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta rangkaian lempar jumrah di Mina. Dengan selesainya tawaf tersebut, mayoritas jemaah Banyuwangi kini telah menuntaskan inti pelaksanaan ibadah haji dan memasuki fase menunggu keberangkatan menuju Madinah.

Ketua Rombongan 7 KBIHU Sabilillah, Akhmad Kholid Askandar, mengatakan pelaksanaan tawaf ifadlah tahun ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing jemaah.

Menurutnya, tidak seluruh jemaah mampu langsung melaksanakan tawaf setelah menyelesaikan fase Armuzna yang dikenal sebagai tahapan paling berat dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Pelaksanaan tawaf ifadlah kali ini dilakukan secara bertahap. Ada sebagian jemaah yang membutuhkan waktu pemulihan lebih dahulu setelah menjalani rangkaian ibadah di Armuzna,” ujarnya.

Armuzna Jadi Fase Paling Menguras Energi

Kholid menjelaskan, aktivitas selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina menuntut kondisi fisik yang prima. Mobilitas tinggi, cuaca panas ekstrem, kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara, serta waktu istirahat yang terbatas membuat sebagian jemaah mengalami kelelahan.

Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh jemaah lanjut usia maupun mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Karena itu, sejumlah jemaah yang mengalami penurunan kondisi fisik mendapatkan perhatian khusus dari tim kesehatan haji.

Petugas tidak memaksakan mereka untuk segera melaksanakan tawaf ifadlah apabila kondisi tubuh belum memungkinkan.

Sebaliknya, jemaah diberikan kesempatan untuk beristirahat sambil menjalani pemantauan kesehatan hingga dinyatakan cukup kuat untuk kembali mengikuti aktivitas ibadah.

“Prinsipnya adalah memastikan seluruh jemaah tetap bisa menyelesaikan kewajiban hajinya tanpa mengabaikan kondisi kesehatan,” tegas Kholid.

Dibagi dalam Kelompok-Kelompok Kecil

Agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar, Kholid bersama petugas pendamping menyusun pola pendampingan yang lebih fleksibel.

Jemaah dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil sesuai kondisi kesehatan dan kesiapan fisik masing-masing.

Skema tersebut dinilai efektif karena memungkinkan pendampingan yang lebih optimal sekaligus mengurangi risiko kelelahan selama proses tawaf yang dilakukan di area Masjidil Haram.

Selain itu, pembagian kelompok memudahkan petugas untuk memberikan bantuan apabila ada jemaah yang membutuhkan penanganan khusus selama menjalankan ibadah.

“Kami mengatur pelaksanaannya secara bertahap agar semua jemaah dapat menjalankan tawaf sesuai kemampuan masing-masing dan tetap aman,” jelasnya.

Menurut Kholid, pendekatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar agar seluruh jemaah dapat menyelesaikan rukun haji secara sempurna tanpa mengorbankan faktor keselamatan.

Masih Ada Jemaah yang Menunggu Jadwal Tawaf

Sementara itu, Petugas Haji Daerah Banyuwangi, Ebta Adharisandi, menyampaikan bahwa mayoritas jemaah dalam kondisi sehat telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah utama, termasuk tawaf ifadlah.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah jemaah yang belum dapat melaksanakannya karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan.

Sebagian di antaranya harus menggunakan kursi roda untuk mobilitas sehari-hari selama berada di Tanah Suci.

“Untuk jemaah yang dalam kondisi sehat, insyaallah sebagian besar sudah dapat melaksanakan rangkaian ibadah dengan baik, termasuk tawaf ifadlah,” ujarnya.

Menurut Ebta, petugas saat ini masih melakukan pendataan terhadap jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus untuk pelaksanaan tawaf berikutnya.

Pendataan tersebut menjadi dasar dalam menyusun jadwal dan mekanisme pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing jemaah.

Mengedepankan Kemudahan dan Keselamatan Jemaah

Ebta menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berorientasi pada penyelesaian seluruh rukun ibadah, tetapi juga memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah.

Karena itu, berbagai bentuk kemudahan atau rukhsah yang diperbolehkan dalam syariat dimanfaatkan untuk membantu jemaah yang mengalami kendala kesehatan.

Pendekatan tersebut memungkinkan seluruh jemaah tetap dapat menuntaskan ibadah haji meskipun harus melalui mekanisme yang berbeda sesuai kondisi masing-masing.

“Pelaksanaan ibadah tetap diupayakan berjalan sesuai kemampuan dan kemudahan yang diberikan sehingga semua jemaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan baik,” katanya.

Menunggu Keberangkatan ke Madinah

Setelah menyelesaikan tawaf ifadlah, jemaah Kloter 85 Banyuwangi saat ini masih berada di Makkah untuk menjalani masa tinggal sementara sebelum diberangkatkan menuju Madinah.

Selama masa tersebut, petugas haji tetap melakukan pendampingan intensif, baik terkait pelaksanaan ibadah sunnah, layanan kesehatan, maupun kebutuhan logistik jemaah sehari-hari.

Fase ini juga menjadi momentum bagi jemaah untuk memulihkan kondisi fisik setelah menjalani rangkaian ibadah yang padat selama beberapa hari terakhir.

Dengan mayoritas jemaah telah berhasil menuntaskan tawaf ifadlah, harapan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji secara sempurna semakin terbuka. Sementara bagi jemaah yang masih menunggu giliran tawaf karena faktor kesehatan, petugas memastikan pendampingan dan pelayanan terus diberikan agar mereka tetap dapat menunaikan rukun haji sesuai kemampuan dan ketentuan syariat. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kloter 85 Banyuwangi #tawaf ifadah #Haji 2026 #jemaah haji banyuwangi #kbihu sabilillah