RADARBANYUWANGI.ID - Jamaah haji Banyuwangi yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Sabilillah menunaikan amanah pembayaran DAM Haji Tamattu dengan menyalurkan hasil penyembelihan domba kepada masyarakat yang membutuhkan di Banyuwangi.
Sebanyak 67 jamaah Kloter 85 memilih melaksanakan DAM Haji Tamattu di tanah air. Selain itu, terdapat satu jamaah yang juga membayar DAM karena pelanggaran wajib haji. Dengan demikian, total hewan yang disembelih mencapai 68 ekor domba.
Pelaksanaan penyembelihan dan pendistribusian daging dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga amil zakat Nurul Hayat. Daging hasil penyembelihan kemudian disalurkan kepada fakir miskin, lansia, dan kaum dhuafa yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.
Ketua KBIHU Sabilillah Banyuwangi, HM Faisholi Harun, mengatakan pelaksanaan DAM Haji Tamattu di Indonesia mengacu pada kebijakan dan surat edaran pemerintah yang memberikan pilihan kepada jamaah untuk membayar DAM di Tanah Suci maupun di tanah air melalui lembaga yang ditunjuk.
Menurut dia, saat ini jamaah memiliki beberapa opsi dalam menunaikan kewajiban DAM Haji Tamattu, mulai melalui program Adahi di Tanah Suci, lembaga amil zakat di Indonesia, hingga melalui KBIHU.
“Untuk melaksanakan amanah jamaah, KBIHU Sabilillah bekerja sama dengan Nurul Hayat yang telah berpengalaman dalam pengelolaan dan pendistribusian daging,” ujarnya.
Dari 68 ekor domba yang disembelih, diperkirakan menghasilkan sekitar 816 paket daging atau penerima manfaat. Seluruh proses distribusi dilakukan secara terdata dan terdokumentasi guna memastikan bantuan diterima oleh sasaran yang berhak.
Faisholi menjelaskan, penyaluran dilakukan menggunakan sistem by name by address sehingga setiap penerima tercatat secara jelas. Selain itu, proses distribusi juga didokumentasikan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.
“Semua daging disebar di seluruh kecamatan Banyuwangi dengan sistem by name by address. Setiap penerima tercatat dan proses distribusinya didokumentasikan, sehingga penyaluran benar-benar terkontrol dan sistematis,” jelasnya.
Ia menilai pelaksanaan DAM Haji Tamattu di tanah air tidak hanya menjadi bagian dari penyempurnaan ibadah jamaah, tetapi juga memberikan dampak sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui program tersebut, manfaat ibadah haji tidak hanya dirasakan oleh jamaah yang menunaikan kewajibannya, tetapi juga oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan tambahan asupan pangan, khususnya fakir miskin, lansia, dan kaum dhuafa.
“Alhamdulillah, DAM Haji Tamattu yang dilaksanakan di tanah air memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Banyuwangi, khususnya fakir miskin, lansia, dan kaum dhuafa yang menerima daging tersebut,” katanya.
Faisholi menambahkan, pihaknya memberikan keleluasaan kepada jamaah untuk menentukan lokasi pembayaran DAM sesuai pilihan masing-masing. Dari total jamaah KBIHU Sabilillah yang menjalankan Haji Tamattu tahun ini, sebanyak 12 orang memilih membayar DAM langsung di Tanah Suci, sedangkan 67 jamaah lainnya mempercayakan pelaksanaannya di Indonesia.
Menurutnya, yang terpenting adalah amanah jamaah dapat dijalankan sesuai ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Yang terpenting adalah amanah jamaah dapat dilaksanakan dengan baik sesuai ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku, serta manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi