Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Innalillahi, Jamaah Haji Banyuwangi Patonah Meninggal di Tanah Suci, Sempat Dirawat Intensif di RS Mina Al Wadi

M Ksatria Raya • Minggu, 31 Mei 2026 | 20:00 WIB
Kondisi menurun usai rangkaian ibadah Armuzna, Patonah sempat tidak sadarkan diri di tenda Mina dan lempar jumrah dibadalkan. Patonah wafat Minggu (31/5). (Tangkapan Layar)
Kondisi menurun usai rangkaian ibadah Armuzna, Patonah sempat tidak sadarkan diri di tenda Mina dan lempar jumrah dibadalkan. Patonah wafat Minggu (31/5). (Tangkapan Layar)

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar duka menyelimuti rombongan jamaah haji asal Banyuwangi di Tanah Suci. Patonah, 71, jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 82 asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mina Al Wadi, Minggu (31/5).

Almarhumah sebelumnya sempat mengalami kondisi darurat kesehatan saat berada di tenda Mina. Setelah mengikuti rangkaian ibadah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kondisi fisiknya dilaporkan menurun hingga mengalami sesak napas dan tidak sadarkan diri. Petugas kesehatan haji kemudian melakukan penanganan darurat sebelum merujuknya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kabar wafatnya Patonah disampaikan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banyuwangi Imam Mustakim berdasarkan informasi resmi yang diterima dari Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) pada Sabtu sore waktu Arab Saudi.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Berdasarkan info dari KKHI yang kami terima pukul 16.45 WAS, bahwasanya Ibu Patonah binti Mat Yasir yang beralamat di Dusun Palurejo RT 04 RW 01 Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, yang tergabung dalam Kloter 82 telah meninggal dunia,” ujarnya.

Imam menjelaskan, kondisi kesehatan Patonah diduga menurun akibat kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah puncak haji yang menguras tenaga. Faktor usia lanjut juga disebut menjadi salah satu penyebab yang memperberat kondisi kesehatan jamaah tersebut.

“Kondisi jamaah mungkin kecapekan karena serangkaian kegiatan Armuzna kemudian mengalami sesak napas dan memang jamaah juga sudah lansia,” katanya.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Patonah sempat mendapatkan penanganan medis secara intensif di RS Mina Al Wadi. Tim kesehatan haji terus memantau perkembangannya, namun kondisi jamaah asal Banyuwangi tersebut tidak kunjung membaik.

Ketua Kloter 82 Rijal Hakim mengungkapkan, kondisi Patonah mulai memburuk ketika berada di kawasan Mina. Saat itu, jamaah tersebut tiba-tiba tidak sadarkan diri sehingga langsung mendapatkan pertolongan dari petugas kesehatan yang bertugas mendampingi rombongan.

“Jamaah tidak sadarkan diri ketika di tenda saja, bahkan lempar jumrah saja dibadalkan,” ungkapnya.

Karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan, Patonah tidak dapat mengikuti prosesi lempar jumrah secara langsung. Pelaksanaan ibadah tersebut kemudian dibadalkan oleh petugas sesuai ketentuan yang berlaku bagi jamaah sakit.

Dalam laporan sebelumnya, kondisi Patonah diketahui kritis sejak Kamis (29/5). Saat berada di tenda Mina, jamaah lansia tersebut tidak memberikan respons dan denyut nadinya sempat tidak terdeteksi. Petugas kesehatan segera melakukan tindakan darurat dan membawanya ke Mina Clinic Center untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Setelah menjalani pemeriksaan dan penanganan awal, Patonah kemudian dirujuk ke RS Mina Al Wadi menggunakan ambulans guna memperoleh perawatan yang lebih intensif.

“Setelah ditangani klinik dan menyelesaikan administrasi, Patonah jamaah Kloter 82 tersebut dibawa ambulans menuju El Wadi Mina Hospital untuk mendapatkan perawatan lebih intensif,” terang Rijal.

Wafatnya Patonah menambah daftar jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci tahun ini. Kemenhaj Banyuwangi memastikan seluruh proses administrasi, pendampingan keluarga, hingga hak-hak jamaah yang meninggal dunia akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

Pihak kloter juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jamaah lainnya, terutama kelompok lanjut usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas ekstrem dan padatnya aktivitas selama pelaksanaan ibadah haji.

Petugas haji mengimbau seluruh jamaah untuk menjaga kondisi fisik, memperbanyak istirahat, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan sekecil apa pun agar dapat ditangani lebih cepat. (ray)

Editor : Ali Sodiqin
#haji Banyuwangi 2026 #RS Mina Al Wadi #Jamaah haji Banyuwangi meninggal #Patonah Kloter 82 #Jamaah haji meninggal di Tanah Suci