Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

280 Jemaah Haji Banyuwangi Pilih Nafar Tsani, Bertahan di Mina hingga Hari Terakhir Tasyrik

M Ksatria Raya • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:37 WIB
RANGKAIAN HAJI: Para Jemaah Banyuwangi sedang lakukan lempar Jumroh di Mina, Sabtu (30/5). )Rijal for Radar Banyuwangi)
RANGKAIAN HAJI: Para Jemaah Banyuwangi sedang lakukan lempar Jumroh di Mina, Sabtu (30/5). )Rijal for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Mayoritas jemaah haji asal Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 82 memilih menyempurnakan rangkaian ibadah di Mina dengan mengambil Nafar Tsani. Pilihan tersebut membuat mereka tetap bertahan di kawasan Mina hingga hari terakhir Tasyrik, Sabtu (30/5), sebelum kembali menuju hotel di Makkah.

Keputusan mayoritas jemaah untuk mengambil Nafar Tsani menunjukkan tingginya antusiasme dalam menuntaskan seluruh rangkaian ibadah wajib di Mina hingga batas akhir yang diperbolehkan syariat. Sebanyak 280 jemaah tercatat menjalani mabit dan menyelesaikan prosesi lempar jumrah pada hari ketiga Tasyrik.

Ketua Kloter 82, Rijal Fahmi, mengatakan sebagian besar anggota rombongan memilih tidak meninggalkan Mina lebih awal sebagaimana jemaah yang mengambil Nafar Awal. Mereka bertahan hingga 13 Dzulhijjah untuk menyelesaikan seluruh rangkaian lempar jumrah secara penuh.

“Hari ini (kemarin) sebagian besar jemaah yang tergabung dalam Kloter 82 melakukan lempar jumrah bagi yang mengambil Nafar Tsani di Mina,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan ibadah haji, Nafar Tsani atau nafar akhir merupakan pilihan bagi jemaah untuk meninggalkan Mina paling lambat pada 13 Dzulhijjah. Jemaah yang memilih opsi tersebut diwajibkan menjalani mabit atau bermalam selama tiga malam di Mina dan melaksanakan lempar jumrah pada seluruh hari Tasyrik.

Artinya, mereka menjalani prosesi ibadah lebih lama dibanding jemaah yang memilih Nafar Awal. Meski demikian, kedua pilihan tersebut sama-sama dibenarkan dalam syariat dan tidak memengaruhi keabsahan ibadah haji.

Sebaliknya, Nafar Awal memberikan kesempatan kepada jemaah untuk meninggalkan Mina lebih cepat, yakni pada 12 Dzulhijjah sebelum matahari terbenam. Jemaah yang mengambil pilihan ini tidak perlu bermalam hingga hari ketiga Tasyrik dan dapat kembali ke Makkah sehari lebih awal.

Menurut Rijal, pilihan antara Nafar Awal dan Nafar Tsani umumnya disesuaikan dengan kondisi fisik, kesiapan jemaah, serta pertimbangan kenyamanan selama berada di Mina. Namun tahun ini, mayoritas anggota Kloter 82 memilih bertahan hingga hari terakhir Tasyrik.

“Untuk sebagian besar jemaah haji Kloter 82 yang memilih mengambil Nafar Tsani, Sabtu (30/5) ada 280 orang,” katanya.

Seluruh Rangkaian Lempar Jumrah Berjalan Lancar

Rijal memastikan seluruh proses lempar jumrah yang dijalani jemaah Kloter 82 berlangsung lancar. Petugas haji terus melakukan pendampingan dan pengawasan guna memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan tertib di tengah padatnya aktivitas di kawasan Jamarat.

Prosesi lempar jumrah menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Pada hari-hari Tasyrik, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Mina untuk melempar tiga jumrah, yakni Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah.

Meski jumlah jemaah yang memadati kawasan Jamarat sangat besar, pelaksanaan ibadah bagi jemaah Banyuwangi dilaporkan berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti.

Pendampingan intensif dari petugas kloter menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran ibadah. Selain mengarahkan pergerakan jemaah menuju lokasi lempar jumrah, petugas juga memastikan kondisi kesehatan para jemaah tetap terpantau selama menjalani aktivitas fisik yang cukup berat di Mina.

Kembali ke Makkah Setelah Menuntaskan Ibadah di Mina

Setelah menyelesaikan lempar jumrah pada hari terakhir Tasyrik, para jemaah yang mengambil Nafar Tsani langsung meninggalkan Mina dan kembali menuju hotel mereka di Makkah.

Kepulangan dari Mina menandai berakhirnya salah satu fase paling penting dalam rangkaian ibadah haji. Selanjutnya, para jemaah akan melanjutkan agenda ibadah lainnya sebelum menunggu jadwal pemulangan ke Tanah Air.

Bagi jemaah yang memilih Nafar Tsani, kesempatan berada lebih lama di Mina juga menjadi momen untuk menyempurnakan pelaksanaan ibadah sesuai pilihan masing-masing. Karena itu, tidak sedikit jemaah yang tetap bertahan hingga 13 Dzulhijjah meskipun memiliki opsi meninggalkan Mina lebih awal.

Dengan berakhirnya fase Tasyrik, mayoritas jemaah Banyuwangi di Kloter 82 kini telah menuntaskan seluruh rangkaian wajib haji di Mina. Kondisi jemaah dilaporkan dalam keadaan baik dan seluruh agenda ibadah berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh petugas penyelenggara haji. (ray)

Editor : Ali Sodiqin
#Kloter 82 Banyuwangi #Lempar Jumrah Mina #Haji 2026 #jemaah haji banyuwangi #Nafar Tsani