Jemaah Haji Banyuwangi Kloter 85 Gundul Bareng Usai Lempar Jumrah Aqabah di Mina

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Jumat, 29 Mei 2026 | 05:30 WIB
GUNDUL: Jemaah haji dari KBIHU Sabilillah Banyuwangi kloter 85 usai melempar aqabah langsung melaksanakan tahalul. (Yusi for Radar Banyuwangi)
GUNDUL: Jemaah haji dari KBIHU Sabilillah Banyuwangi kloter 85 usai melempar aqabah langsung melaksanakan tahalul. (Yusi for Radar Banyuwangi)

Haru dan Tawa Warnai Tahalul Jemaah Haji Banyuwangi, Kompak Jalan Kaki ke Jamarat di Tengah Panas Mina

RADARBANYUWANGI.ID – Langkah panjang dan rasa lelah akhirnya terbayar lunas bagi jemaah haji kloter 85 asal Banyuwangi. Setelah berhasil menuntaskan lempar jumrah aqabah di Mina, Arab Saudi, Rabu (27/5), suasana haru, lega, dan penuh kebahagiaan langsung menyelimuti rombongan jemaah.

Di tengah cuaca panas ekstrem dan padatnya lautan manusia menuju jamarat, para jemaah tetap berjalan kaki penuh semangat demi menunaikan salah satu rangkaian puncak ibadah haji.

Perjalanan beberapa kilometer menuju lokasi lempar jumrah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia. Namun, kekompakan dan semangat saling membantu membuat seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Tak lama setelah prosesi lempar jumrah aqabah selesai, suasana berubah lebih cair dan penuh canda. Banyak jemaah langsung menjalani tahalul dengan mencukur rambut hingga gundul sebagai simbol berakhirnya sebagian larangan ihram.

Wajah-wajah para jemaah yang sebelumnya dipenuhi rasa lelah mendadak berubah ceria. Mereka saling bercanda dan meledek satu sama lain karena penampilan baru yang kini tampak hampir seragam.

“Alhamdulillah, setelah jalan kaki cukup jauh menuju jamarat akhirnya selesai juga. Sekarang tinggal gundul bareng,” ujar tim peliput haji, Yusi Teguh Ariefianto sambil tersenyum.

Tahalul menjadi salah satu fase penting dalam ibadah haji karena menandai selesainya lempar jumrah aqabah sekaligus membuka sebagian larangan ihram bagi jemaah.

Bagi banyak jemaah, momen mencukur rambut tersebut terasa sangat emosional. Selain menjadi simbol penyucian diri, tahalul juga menjadi penanda bahwa mereka berhasil melewati salah satu fase paling berat dalam rangkaian puncak ibadah haji atau Armuzna.

Di sela suasana santai usai tahalul, cerita perjalanan menuju jamarat menjadi bahan obrolan hangat di antara sesama jemaah. Banyak yang mengaku perjalanan kaki menuju lokasi lempar jumrah cukup menguras tenaga, terutama di tengah suhu panas Mina dan padatnya arus manusia dari berbagai negara.

Meski begitu, suasana kebersamaan justru semakin terasa selama perjalanan. Para jemaah saling membantu, berjalan bersama, hingga saling menyemangati agar tetap kuat menjalani rangkaian ibadah.

Salah satu jemaah, Habib Hadi Sani bin Al Haddar, mengaku perjalanan menuju jamarat menjadi pengalaman yang sangat berkesan selama berada di Tanah Suci.

“Sebagian jemaah bahkan berseloroh bahwa latihan jalan pagi di kampung akhirnya benar-benar terasa manfaatnya di Tanah Suci,” ujarnya disambut tawa jemaah lainnya.

Ketua Rombongan 7 Kloter 85, Akhmad Kholid Askandar, mengatakan seluruh jemaah bersyukur karena proses lempar jumrah aqabah dapat berlangsung aman dan lancar.

Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kunci utama selama jemaah menjalani fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Alhamdulillah jemaah tetap kompak dan saling menjaga satu sama lain. Meski lelah karena perjalanan cukup jauh, semangat jemaah luar biasa. Setelah selesai lempar jumrah dan tahalul, wajah jemaah justru terlihat lebih bahagia,” ujarnya.

Candaan ringan antarjemaah menjadi pelepas penat setelah menjalani rangkaian panjang ibadah haji yang menguras tenaga dan emosi. Banyak jemaah memanfaatkan momen santai usai tahalul untuk berfoto bersama, bercengkerama, hingga mengabadikan penampilan baru mereka yang sama-sama gundul.

“Sekarang wajahnya hampir mirip semua, sama-sama gundul,” kata salah satu jemaah, Tinzar Sandi sambil tertawa.

Usai tahalul, jemaah kini memasuki fase ibadah yang lebih longgar meski rangkaian haji masih berlanjut pada hari-hari tasyrik berikutnya. Sebagian jemaah masih akan kembali ke jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah ula, wustha, dan aqabah.

Meski tubuh mulai terasa lelah, kebersamaan antarjemaah justru semakin hangat. Semangat saling menjaga dan mendukung menjadi kekuatan utama bagi para tamu Allah dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
kloter 85 Banyuwangi lempar jumrah aqabah tahalul haji Haji 2026 jemaah haji banyuwangi