Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Skema Murur Diterapkan untuk Jemaah Lansia Banyuwangi, Tidak Turun dari Bus Saat di Muzdalifah

M Ksatria Raya • Kamis, 28 Mei 2026 | 01:30 WIB
PUNCAK HAJI: Para Jemaah Kloter 83 melakukan wukuf di Arafah, Selasa (26/5) pukul 22.45 WAS. (Lukman Hakim for Radar Banyuwangi)
PUNCAK HAJI: Para Jemaah Kloter 83 melakukan wukuf di Arafah, Selasa (26/5) pukul 22.45 WAS. (Lukman Hakim for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah terus memperkuat layanan bagi jamaah haji lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), dan disabilitas selama puncak pelaksanaan ibadah haji di Armuzna. Salah satunya melalui penerapan skema murur yang dijalankan jamaah Kloter 83 Banyuwangi saat perpindahan dari Arafah menuju Mina melalui Muzdalifah, Selasa malam (26/5).

Melalui skema tersebut, jamaah kategori lansia, risti, dan disabilitas tidak perlu turun dari bus ketika tiba di Muzdalifah. Mereka hanya berhenti sejenak di dalam armada transportasi sebelum langsung melanjutkan perjalanan menuju tenda di Mina.

Langkah ini diterapkan untuk menjaga kondisi fisik jamaah sekaligus meminimalkan risiko kelelahan di tengah padatnya mobilitas jutaan jamaah saat puncak haji berlangsung.

Ketua Kloter 83 Banyuwangi, Lukman Hakim, mengatakan skema murur memang diperuntukkan khusus bagi jamaah dengan keterbatasan fisik agar tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah secara aman dan nyaman.

“Jemaah Kloter 83 yang masuk dalam kategori risti, lansia, dan disabilitas menggunakan skema murur guna memudahkan mobilitas serta menjaga kondisi kesehatan jamaah,” ujarnya.

Apa Itu Skema Murur dalam Ibadah Haji?

Skema murur merupakan mekanisme khusus yang diterapkan pemerintah Arab Saudi bersama petugas haji Indonesia untuk jamaah kategori tertentu saat pelaksanaan mabit di Muzdalifah.

Dalam skema normal, jamaah biasanya turun dari bus dan bermalam sementara di area Muzdalifah sebelum bergerak menuju Mina. Namun bagi jamaah lansia, risiko tinggi, dan disabilitas, proses tersebut dinilai cukup berat karena harus menghadapi kepadatan, suhu tinggi, hingga keterbatasan fasilitas.

Karena itu, jamaah dengan kondisi khusus diperbolehkan tetap berada di dalam bus tanpa turun ke area Muzdalifah.

Meski tidak turun, jamaah tetap dianggap menjalankan rangkaian ibadah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Melalui skema murur ini jamaah kategori risti, lansia, dan disabilitas ketika di Muzdalifah tidak turun dari bus, melainkan nantinya langsung menuju ke tenda di Mina,” ungkap Lukman.

Fokus Jaga Kondisi Fisik Jamaah Lansia

Penerapan skema murur menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga kesehatan jamaah selama fase Armuzna yang dikenal sangat padat dan melelahkan.

Terlebih sebagian jamaah lanjut usia memiliki keterbatasan mobilitas serta riwayat penyakit yang membutuhkan perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah.

Petugas haji pun terus melakukan pemantauan intensif selama perpindahan jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah hingga Mina.

Pengawasan dilakukan mulai dari proses keberangkatan, distribusi transportasi, kondisi kesehatan jamaah, hingga memastikan seluruh rombongan tiba dengan aman di lokasi tujuan.

Menurut Lukman, layanan khusus tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan maksimal kepada jamaah dengan kebutuhan khusus.

“Skema murur diterapkan sebagai bentuk layanan khusus bagi jamaah dengan keterbatasan fisik agar tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman dan nyaman,” katanya.

Armuzna Jadi Fase Paling Krusial dalam Ibadah Haji

Perjalanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna merupakan fase paling penting sekaligus paling menantang dalam seluruh rangkaian ibadah haji.

Pada fase ini, jutaan jamaah bergerak hampir bersamaan menuju lokasi-lokasi utama ibadah sehingga pengaturan mobilitas menjadi perhatian utama pemerintah Arab Saudi.

Karena itu, berbagai skema pelayanan khusus diterapkan untuk mengurangi kepadatan sekaligus melindungi jamaah kelompok rentan.

Selain skema murur, pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan, armada transportasi tambahan, hingga pendampingan khusus bagi jamaah lansia dan disabilitas.

Setelah melewati Muzdalifah, jamaah Kloter 83 Banyuwangi dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Mina untuk menjalankan lempar jumrah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Petugas berharap seluruh jamaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dalam kondisi sehat dan lancar hingga kembali ke Tanah Air. (ray)

Editor : Ali Sodiqin
#Kloter 83 Banyuwangi #skema murur #jamaah lansia haji #Haji 2026 #muzdalifah