Jamaah Haji Banyuwangi Khusyuk Sambut Wukuf di Arafah, Perbanyak Dzikir dan Jaga Stamina Jelang Puncak Haji

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 13:36 WIB
MENJELANG WUKUF: Suasana ditendang para jemaah Banyuwangi di tenda perkemahan Padang Arafah, Selasa (26/5). (Lukman for Radar Banyuwangi)
MENJELANG WUKUF: Suasana ditendang para jemaah Banyuwangi di tenda perkemahan Padang Arafah, Selasa (26/5). (Lukman for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Ribuan jamaah haji asal Banyuwangi mulai memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi wukuf di Padang Arafah. Di tengah suhu panas khas tanah suci, para jamaah memilih memperbanyak ibadah, berdzikir, membaca Alquran, hingga beristirahat demi menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji.

Suasana khusyuk menyelimuti tenda-tenda perkemahan di Padang Arafah, Senin (26/5). Kawasan yang menjadi titik paling sakral dalam rangkaian ibadah haji itu dipenuhi jamaah yang tampak larut dalam doa dan munajat.

Ketua Kloter 83, Lukman Hakim, mengatakan para jamaah Banyuwangi sejak pagi mengisi waktu dengan kegiatan ibadah ringan sembari menunggu pelaksanaan wukuf pada 9 Dzulhijah.

“Di dalam tenda, para jamaah terlihat mengisi waktu dengan berdzikir dan membaca Alquran. Sebagian jamaah lainnya memilih beristirahat untuk menjaga stamina,” ujarnya.

Tidak sedikit jamaah yang tampak selonjoran maupun merebahkan badan di dalam tenda. Langkah itu dilakukan agar tenaga tetap terjaga karena rangkaian ibadah setelah wukuf masih cukup panjang dan menguras energi.

Selain fokus beribadah, suasana kebersamaan antarjamaah Banyuwangi juga terasa hangat. Di area depan tenda perkemahan, sejumlah jamaah terlihat bercengkrama santai sambil menikmati suasana pagi di Padang Arafah. Mereka memanfaatkan fasilitas tempat duduk yang tersedia untuk bersantai sejenak sebelum memasuki fase inti ibadah haji.

Momen berada di Padang Arafah menjadi pengalaman spiritual yang sangat berkesan bagi jamaah. Sebab, tempat tersebut hanya menjadi pusat pelaksanaan wukuf sekali dalam setahun dan menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.

Lukman menjelaskan, seluruh jamaah kini menunggu dimulainya waktu wukuf yang berlangsung sejak tergelincirnya matahari atau masuk waktu dzuhur pada 9 Dzulhijah hingga menjelang subuh.

“Di Padang Arafah para jamaah haji Banyuwangi menunggu dimulainya waktu wukuf sejak masuk waktu dzuhur hingga subuh,” katanya.

Di sisi lain, petugas haji terus mengingatkan jamaah agar disiplin menjaga kesehatan. Kondisi fisik dinilai menjadi faktor penting agar jamaah mampu menjalani seluruh tahapan ibadah haji dengan lancar.

Mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga pelaksanaan lempar jumrah membutuhkan stamina prima, terlebih di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi.

“Penting agar jamaah tetap kuat saat menjalani puncak ibadah haji, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga pelaksanaan lempar jumrah,” pungkas Lukman.

Puncak ibadah haji di Arafah sendiri menjadi momentum yang paling dinanti jamaah. Banyak jamaah memanfaatkan waktu dengan memperbanyak doa dan introspeksi diri karena diyakini sebagai waktu mustajab untuk memohon ampunan dan keberkahan. (ray)

Editor : Ali Sodiqin
Jamaah haji Indonesia Wukuf di Arafah Haji 2026 Jamaah Haji Banyuwangi padang arafah