Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Khutbah Wukuf KH Asep Saifuddin Chalim di Arafah: Jabatan Tidak Abadi, Semua Manusia Sama di Hadapan Allah

Ali Sodiqin • Rabu, 27 Mei 2026 | 18:30 WIB
KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan khutbah wukuf di Arafah, mengingatkan jemaah tentang kesetaraan manusia dan pentingnya takwa. (haji.go.id)
KH Asep Saifuddin Chalim menyampaikan khutbah wukuf di Arafah, mengingatkan jemaah tentang kesetaraan manusia dan pentingnya takwa. (haji.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Suasana khusyuk menyelimuti Padang Arafah saat ribuan jemaah haji Indonesia mengikuti khutbah wukuf yang disampaikan ulama kharismatik Asep Saifuddin Chalim pada puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Selasa (26/5). Dalam khutbahnya, KH Asep mengingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga pengingat tentang kesetaraan manusia dan pentingnya menjaga ketakwaan dalam kehidupan.

Di hadapan jemaah haji Indonesia yang memadati tenda-tenda Arafah, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu mengajak seluruh umat Islam merenungkan makna mendalam di balik setiap rangkaian ibadah haji.

Menurut dia, prosesi tawaf mengandung pesan besar tentang kehidupan manusia yang terus berputar. Jabatan, kekuasaan, hingga kemewahan dunia disebut tidak akan abadi dan pada akhirnya akan ditinggalkan.

“Manusia itu sama. Ketika tawaf, kita diingatkan tentang perputaran kehidupan di dunia, termasuk jabatan yang tidak selalu ada. Semua datang dan pergi,” ujar KH Asep dalam khutbahnya.

Pesan tersebut disampaikan di tengah momentum wukuf yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji. Ribuan jemaah tampak larut dalam doa dan refleksi spiritual saat mendengarkan khutbah yang penuh pesan moral dan kemanusiaan itu.

KH Asep juga menekankan bahwa kehidupan manusia tidak akan lepas dari berbagai ujian dan tantangan. Karena itu, setiap muslim harus terus berusaha menjaga ketakwaan kepada Allah SWT dalam situasi apa pun.

Ia menjelaskan, rangkaian ibadah sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah mengandung filosofi perjuangan hidup, kesungguhan, dan keyakinan terhadap pertolongan Allah SWT.

“Kita harus terus berupaya keras untuk senantiasa bertakwa kepada Allah. Dalam hidup akan ada banyak tantangan, tetapi semua itu harus bisa diatasi. Itulah ekstraksi dari sa’i, ada perjuangan, kesungguhan, dan keyakinan kepada pertolongan Allah,” katanya.

Selain menyampaikan pesan spiritual, KH Asep juga mengajak seluruh jemaah haji Indonesia memanjatkan doa khusus untuk bangsa dan negara Indonesia.

Ia berharap Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, persatuan, keamanan, dan pemimpin yang mampu membawa kemaslahatan bagi rakyat.

“Mari kita bersama-sama berdoa untuk kesejahteraan negeri ini, agar Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, persatuan, keamanan, dan para pemimpinnya diberi kekuatan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi rakyat,” ungkapnya.

Khutbah wukuf tersebut menjadi salah satu momen penting bagi jemaah Indonesia dalam menjalani fase puncak ibadah haji di Arafah. Banyak jemaah tampak meneteskan air mata saat memanjatkan doa dan mendengarkan pesan-pesan spiritual yang disampaikan.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama petugas haji Indonesia terus memastikan seluruh layanan dan pendampingan ibadah berjalan optimal selama fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Pemerintah berupaya memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk di tengah jutaan umat Islam dari berbagai negara yang berkumpul di Tanah Suci.

Puncak ibadah haji di Arafah sendiri menjadi momentum paling sakral dalam pelaksanaan rukun Islam kelima. Di tempat inilah seluruh jemaah berkumpul untuk berdoa, bermuhasabah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Puncak ibadah haji #KH Asep Saifuddin Chalim #Khutbah wukuf Arafah #Haji 2026 #jemaah haji indonesia