Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jemaah Haji Kloter 85 Keluhkan Antrean Toilet di Arafah, Rela Berjam-Jam di Tengah Suhu Panas Menyengat

Syaifuddin Mahmud • Rabu, 27 Mei 2026 | 16:30 WIB
MENGULAR: Jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Banyuwangi antre masuk ke toilet di Arafah, Selasa (26/5). (Muklis for Radar Banyuwangi)
MENGULAR: Jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Banyuwangi antre masuk ke toilet di Arafah, Selasa (26/5). (Muklis for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Puncak ibadah haji di Padang Arafah menyisakan cerita perjuangan berat bagi jemaah haji Indonesia kloter 85. Di tengah suhu panas yang menyengat, ribuan jemaah harus menghadapi persoalan klasik keterbatasan fasilitas toilet yang memicu antrean panjang sejak siang hingga malam hari.

Situasi tersebut bahkan membuat sebagian jemaah perempuan terpaksa menggunakan toilet pria demi menghindari antrean yang terus mengular. Kondisi darurat itu terlihat di sejumlah titik pemondokan jemaah Indonesia di kawasan Arafah.

Membeludaknya jumlah jemaah membuat kapasitas toilet tidak sebanding dengan kebutuhan. Antrean panjang terjadi hampir tanpa henti, terutama menjelang waktu istirahat dan persiapan ibadah wukuf.

Salah seorang jemaah perempuan, Asri, mengaku terpaksa masuk toilet pria karena tidak sanggup menunggu antrean toilet perempuan yang terlalu lama. Dalam satu waktu, antrean disebut bisa mencapai puluhan orang.

“WC perempuan penuh terus. Saya akhirnya masuk WC pria karena sudah tidak kuat menunggu,” ujarnya.

Menurut Asri, kondisi tersebut tidak hanya dialaminya seorang diri. Beberapa jemaah perempuan lain, terutama lanjut usia, juga memilih menggunakan toilet pria karena kesulitan berdiri terlalu lama di tengah cuaca panas Arafah.

Situasi itu membuat antrean campuran tak terhindarkan. Meski sebagian jemaah memahami kondisi darurat tersebut, rasa tidak nyaman tetap dirasakan karena keterbatasan fasilitas sanitasi di tengah padatnya jemaah.

“Kalau menunggu terlalu lama kasihan yang lansia. Jadi sebagian akhirnya saling memahami,” ungkap salah satu jemaah lainnya.

Petugas haji Indonesia sebenarnya terus berupaya mengatur antrean dan meminta jemaah tetap tertib menggunakan fasilitas yang tersedia. Namun tingginya jumlah jemaah membuat kondisi di lapangan sulit dikendalikan sepenuhnya.

Selain persoalan toilet, jemaah juga harus menghadapi suhu ekstrem khas Padang Arafah yang terasa sangat menyengat terutama pada siang hari. Banyak jemaah tampak membawa payung, semprotan air, hingga handuk kecil untuk mengurangi paparan panas.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat jemaah menjalani rangkaian ibadah haji. Para jemaah tetap berusaha menjaga kesehatan dan kondisi fisik menjelang puncak wukuf di Arafah.

Ketua rombongan 7, Akhmad Kholid Askandar, mengatakan seluruh jemaah diminta tetap bersabar menghadapi situasi yang ada. Menurut dia, berbagai tantangan selama di Tanah Suci merupakan bagian dari perjuangan ibadah haji.

“Yang penting tetap sabar. Ini bagian dari perjuangan ibadah haji,” katanya.

Padang Arafah sendiri menjadi lokasi paling penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Seluruh jemaah dari berbagai negara berkumpul di tempat tersebut untuk menjalani wukuf yang merupakan rukun utama haji.

Karena menjadi titik berkumpul jutaan jemaah, persoalan kepadatan fasilitas umum seperti toilet, distribusi logistik, hingga pengaturan mobilitas sering menjadi tantangan setiap musim haji.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, jemaah kloter 85 Banyuwangi-Bondowoso-Jember tetap berusaha menjalani ibadah dengan khusyuk. Banyak jemaah memilih memperbanyak doa, zikir, dan istigfar sambil menunggu antrean fasilitas umum.

Bagi mereka, panasnya cuaca dan panjangnya antrean menjadi bagian dari ujian kesabaran dan pengorbanan spiritual selama menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#haji Indonesia 2026 #kloter 85 Banyuwangi #Wukuf di Arafah #Jemaah haji Arafah #Antrean toilet Arafah