RADARBANYUWANGI.ID - Selasa, 26 Mei 2026, jutaan umat Islam memasuki salah satu momen paling sakral dalam ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah. Di tengah hamparan luas Padang Arafah, para jamaah akan mengangkat tangan, meneteskan air mata, dan memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah SWT pada hari yang disebut sebagai waktu paling mustajab untuk memohon ampunan dosa.
Hari Arafah bukan hanya menjadi puncak ibadah haji, tetapi juga momentum spiritual terbesar umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari Arafah merupakan hari ketika Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.
Karena itu, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan memperbanyak doa, zikir, istighfar, serta amal saleh pada hari mulia tersebut.
Wukuf di Arafah Jadi Penentu Sah Haji
Wukuf merupakan rukun haji yang wajib dilakukan setiap jamaah.
Rasulullah SAW bersabda:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
“Al-hajju ‘Arafah.”
Artinya:
“Haji itu adalah Arafah.”
Hadis tersebut menegaskan bahwa inti dan puncak ibadah haji berada di Arafah. Tanpa wukuf, maka ibadah haji seseorang tidak sah.
Wukuf dilakukan pada 9 Dzulhijjah sejak tergelincir matahari hingga matahari terbenam.
Pada waktu itulah jutaan jamaah berkumpul di Padang Arafah dengan pakaian ihram putih sederhana tanpa membedakan status sosial, bangsa, maupun bahasa.
Keutamaan Hari Arafah yang Sangat Agung
Hari Arafah disebut sebagai salah satu hari paling mulia dalam Islam.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللّٰهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ
Artinya:
“Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain hari Arafah.”
(HR Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Allah SWT membanggakan para jamaah haji di hadapan para malaikat.
Momen tersebut menjadi simbol kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang datang dari seluruh penjuru dunia dengan penuh kerendahan hati.
Doa Terbaik Saat Wukuf di Arafah
Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa pada hari Arafah merupakan doa terbaik.
Beliau bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Khairud du‘ā’i du‘ā’u yaumi ‘Arafah.”
Artinya:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”
(HR Tirmidzi)
Di antara doa utama yang sangat dianjurkan untuk dibaca saat wukuf adalah kalimat tauhid berikut:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin:
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Doa tersebut merupakan zikir yang dibaca Rasulullah SAW dan para nabi sebelumnya pada hari Arafah.
Doa Memohon Ampunan Dosa
Selain zikir tauhid, jamaah juga dianjurkan memperbanyak istighfar dan doa memohon ampunan.
Berikut doa yang dianjurkan:
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Latin:
Allaahummaghfir lii warhamnii watub ‘alayya.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku.”
Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat
Doa yang juga sangat dianjurkan dibaca saat wukuf adalah doa sapu jagat dari Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 201:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin:
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaaban naar.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa Memohon Keteguhan Iman
Hari Arafah juga menjadi waktu terbaik memohon keteguhan hati dalam iman.
Doa yang dianjurkan:
اللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Latin:
Allaahumma tsabbit qalbii ‘alaa diinik.
Artinya:
“Ya Allah, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Adab Berdoa Saat Hari Arafah
Agar doa lebih khusyuk dan penuh makna, umat Islam dianjurkan memperhatikan adab saat berdoa di hari Arafah, di antaranya:
-
Menghadap kiblat
-
Mengangkat kedua tangan
-
Memperbanyak istighfar dan zikir
-
Memulai doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat
-
Berdoa dengan penuh keyakinan
-
Memanfaatkan waktu sejak zawal hingga matahari terbenam
Momentum tersebut tidak hanya penting bagi jamaah yang berada di Arafah, tetapi juga bagi umat Islam di seluruh dunia.
Hari Arafah Jadi Kesempatan Langka Mendekat kepada Allah
Hari Arafah datang hanya sekali dalam setahun.
Karena itu, para ulama mengingatkan umat Islam agar tidak menyia-nyiakan kesempatan besar tersebut untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan.
Di Padang Arafah, jutaan manusia berkumpul dengan pakaian yang sama, memanjatkan doa yang sama, dan berharap rahmat dari Tuhan yang sama.
Suasana itu menjadi pengingat bahwa seluruh manusia akan kembali kepada Allah SWT dan mempertanggungjawabkan seluruh amalnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin