RADARBANYUWANGI.ID – Pergerakan jemaah haji Kloter 85 Banyuwangi-Bondowoso-Jember menuju Arafah mengalami keterlambatan dari jadwal semula. Rombongan yang seharusnya mulai bergerak pukul 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Senin (25/5), hingga siang masih tertahan di hotel akibat pembatasan akses kendaraan menuju kawasan Arafah.
Kondisi tersebut terjadi menyusul penyesuaian skema mobilisasi jemaah secara bertahap yang diterapkan otoritas Arab Saudi guna mengantisipasi kepadatan ekstrem menjelang puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Informasi yang diterima dari Kepala Sektor 4 PPIH Arab Saudi menyebutkan, aparat keamanan Arab Saudi melakukan pengaturan arus kendaraan secara ketat di sejumlah jalur utama menuju Arafah.
Pembatasan dilakukan karena tingginya volume kendaraan pengangkut jemaah dari berbagai negara yang bergerak hampir bersamaan menuju lokasi wukuf.
Akibatnya, sejumlah kloter, termasuk Kloter 85 asal Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, harus menunggu giliran keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran pergerakan jemaah.
Ketua Rombongan 7 KBIHU Sabilillah Banyuwangi Kloter 85, Akhmad Kholid Askandar, mengatakan keterlambatan keberangkatan bukan disebabkan gangguan teknis armada, melainkan murni penyesuaian sistem pergerakan di lapangan.
“Pergerakan kendaraan tertunda. Jemaah kami minta tetap tenang, tidak keluar kamar, dan selalu siap dengan tas slempang sesuai nomor manifes,” ujarnya.
Menurut Kholid, sistem pemberangkatan bertahap menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan seluruh jemaah di tengah padatnya arus mobilisasi menuju Armuzna.
Ia menjelaskan, jutaan jemaah dari berbagai negara saat ini bergerak menuju titik yang sama dalam rentang waktu berdekatan sehingga pengaturan ketat dari otoritas Arab Saudi tidak dapat dihindari.
“Skema bertahap ini memang untuk memastikan semua rombongan bisa bergerak aman, tertib, dan terkontrol,” katanya.
Di tengah keterlambatan tersebut, kondisi jemaah di hotel dilaporkan masih relatif kondusif. Para petugas terus memberikan pendampingan dan arahan agar jemaah tetap disiplin menunggu instruksi resmi.
Jemaah Regu 6 Kloter 85, Yusi Teguh Ariefianto, mengatakan ketenangan dan kepatuhan jemaah menjadi faktor penting dalam situasi seperti saat ini.
“Yang paling penting jemaah tetap tenang, tidak panik, dan siap sewaktu-waktu dipanggil. Kondisi seperti ini membutuhkan kesabaran dan kepatuhan penuh terhadap arahan petugas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak melakukan pergerakan mandiri di luar instruksi petugas demi menghindari risiko tersesat atau terpisah dari rombongan.
Selain itu, Teguh meminta jemaah menjaga kondisi fisik mengingat cuaca panas ekstrem di kawasan Armuzna dapat memicu kelelahan dan dehidrasi.
Para jemaah diminta memperbanyak istirahat, menjaga asupan cairan, serta mengurangi aktivitas fisik yang tidak diperlukan selama menunggu jadwal keberangkatan terbaru.
Hingga berita ini diturunkan pukul 11.00 WAS Senin (25/5), jadwal ulang keberangkatan Kloter 85 menuju Arafah masih menunggu keputusan lanjutan dari petugas lapangan dan otoritas terkait di Arab Saudi.
Situasi ini menjadi bagian dari dinamika operasional haji tahunan yang kerap terjadi menjelang fase puncak ibadah, terutama ketika jutaan jemaah mulai bergerak secara bersamaan menuju Arafah untuk menjalani prosesi wukuf. (aif)
Editor : Ali Sodiqin