Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jutaan Jemaah Segera Bergerak ke Arafah, Indonesia Pastikan 202 Ribu Jemaah Sudah Siap

Ali Sodiqin • Senin, 25 Mei 2026 | 15:41 WIB
Seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Kemenhaj fokus siapkan layanan Armuzna jelang puncak ibadah haji. (haji.go.id)
Seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Kemenhaj fokus siapkan layanan Armuzna jelang puncak ibadah haji. (haji.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID - Fase keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 resmi berakhir. Sebanyak lebih dari 202 ribu jemaah reguler kini telah tiba di Arab Saudi. Seiring tuntasnya proses pemberangkatan dari Tanah Air, fokus pemerintah bergeser penuh pada persiapan fase paling krusial dalam ibadah haji: Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Momentum ini menjadi penanda dimulainya tahap puncak penyelenggaraan haji, saat jutaan jemaah dari berbagai negara akan bergerak menuju titik yang sama dalam waktu hampir bersamaan. Pemerintah pun memperketat koordinasi layanan untuk memastikan proses ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar.

Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyampaikan seluruh fase kedatangan jemaah dari Indonesia telah selesai dilaksanakan.

Berdasarkan data operasional terbaru, total sebanyak 527 kelompok terbang (kloter) dengan 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Kota Makkah. Selain itu, sebanyak 16.596 jemaah haji khusus juga telah mendarat di Arab Saudi.

"Alhamdulillah, seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai. Saat ini, seluruh layanan kami arahkan untuk memastikan kesiapan Armuzna, mulai dari tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga penempatan petugas," ujar Maria di Jakarta, Sabtu (23/5/2026), sebagaimana dilansir dari laman haji.go.id.

Fokus Penuh Persiapan Armuzna

Tahapan Armuzna selama ini dikenal sebagai fase paling padat sekaligus paling menantang dalam rangkaian ibadah haji. Jutaan jemaah dari seluruh dunia bergerak menuju kawasan yang sama dalam waktu terbatas.

Karena itu, aspek teknis seperti distribusi tenda, pengaturan penempatan rombongan, arus transportasi, hingga kesiapan tenaga kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah.

Maria menegaskan, seluruh skema layanan kini diarahkan agar perpindahan jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina berlangsung tertib dan meminimalkan risiko gangguan lapangan.

Selain aspek logistik, koordinasi antarpetugas juga diperkuat untuk mengantisipasi kepadatan jemaah saat fase puncak ibadah berlangsung.

KBIHU Dilarang Pasang Penanda di Tenda Jemaah

Di tengah persiapan Armuzna, Kementerian Haji dan Umrah juga mengeluarkan peringatan khusus kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Maria mengingatkan seluruh KBIHU tidak memasang atribut, spanduk, stiker, papan identitas, maupun bentuk penanda lainnya di tenda jemaah, baik di Arafah maupun Mina.

Larangan tersebut dikeluarkan agar tata kelola penempatan jemaah tetap mengikuti sistem resmi dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

"Apabila petugas menemukan atribut atau identitas KBIHU yang terpasang di tenda Arafah maupun Mina, atribut tersebut akan langsung dicabut. Kemenhaj juga akan memberikan teguran dan sanksi sesuai ketentuan kepada pihak yang tetap melanggar," tegas Maria.

Pemerintah menilai pemasangan atribut secara mandiri berpotensi mengganggu pengaturan kawasan tenda yang telah disusun berdasarkan sistem distribusi resmi.

Lebih dari 145 Ribu Jemaah Sudah Bayar Dam

Dalam kesempatan itu, Maria juga menyampaikan apresiasi terhadap meningkatnya kepatuhan jemaah dalam memenuhi kewajiban pembayaran dam.

Data terbaru menunjukkan sekitar 145.341 jemaah telah menyelesaikan pembayaran dam.

Rinciannya, sebanyak 102.364 jemaah membayar dam di Arab Saudi melalui skema Adahi, sedangkan 38.992 jemaah melakukan pembayaran melalui mekanisme resmi di Indonesia.

Menurut Maria, angka tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran jemaah untuk menjalankan kewajiban secara tertib sesuai ketentuan.

"Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran jemaah untuk melaksanakan kewajiban dam secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan. Kemenhaj terus memastikan pengelolaan dam berjalan transparan dan memberikan kepastian bagi jemaah," ujarnya.

Jemaah Diimbau Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji

Menjelang pelaksanaan Armuzna, jemaah juga diminta mulai mengatur kondisi fisik.

Pemerintah mengimbau jemaah memperbanyak waktu istirahat, menjaga asupan makan dan minum, serta menghindari aktivitas yang menguras energi.

Jemaah juga diminta membawa perlengkapan seperlunya saat Armuzna, terutama dokumen identitas, obat-obatan pribadi, perlengkapan ibadah, masker, botol minum, alas kaki nyaman, hingga perlengkapan kebersihan pribadi.

Selain itu, kepedulian antarsesama jemaah menjadi perhatian penting selama pelaksanaan haji.

Maria mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk saling membantu, terutama jika menemukan jemaah yang berjalan sendiri, kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Semoga seluruh jemaah diberi kesehatan, keselamatan, dan kemudahan, serta dapat kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah," pungkasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#dam haji #Armuzna #Haji 2026 #jemaah haji indonesia #kementerian haji dan umrah