Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Puncak Haji Armuzna, Petugas Haji Banyuwangi Keliling Kamar Jemaah Pantau Kondisi Kesehatan

Ali Sodiqin • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:55 WIB
JELANG ARMUZNA: Petugas   melakukan visitasi ke kamar-kamar jemaah haji Banyuwangi, Sabtu (23/5). (Rijal for Radar Banyuwangi)
JELANG ARMUZNA: Petugas melakukan visitasi ke kamar-kamar jemaah haji Banyuwangi, Sabtu (23/5). (Rijal for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang fase paling krusial dalam ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), petugas haji asal Banyuwangi terus memperketat pengawasan dan pendampingan terhadap para jemaah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni visitasi door to door ke setiap kamar hotel jemaah di Tanah Suci untuk memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan fisik mereka tetap prima.

Langkah intensif tersebut dilakukan mengingat fase Armuzna dikenal sebagai rangkaian ibadah paling padat, menguras tenaga, sekaligus memiliki risiko kesehatan tinggi bagi jemaah, terutama lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Ketua Kloter 82, Rijal Fahmi, mengatakan hingga Sabtu (23/5/2026), para petugas haji Banyuwangi masih aktif berkeliling dari kamar ke kamar jemaah untuk melakukan pemantauan langsung.

“Hari ini para petugas haji masih keliling visitasi ke kamar-kamar jemaah untuk mengecek kesehatan menjelang puncak ibadah haji Armuzna,” ujarnya.

Menurut Rijal, visitasi menjadi bagian penting dalam pelayanan haji karena memungkinkan petugas mengetahui kondisi riil jemaah secara langsung. Tidak hanya memeriksa kesehatan fisik, petugas juga memberikan edukasi, motivasi, hingga pendampingan psikologis kepada jemaah yang mulai merasa lelah maupun cemas menghadapi puncak haji.

“Kami memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi dan kondisi mereka siap menghadapi rangkaian Armuzna yang cukup berat,” katanya.

Sekadar diketahui, visitasi merupakan kunjungan rutin yang dilakukan petugas kloter maupun tenaga kesehatan kepada jemaah di pemondokan. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kesehatan, memberikan bimbingan ibadah, sekaligus memastikan jemaah memahami pola aktivitas yang aman selama di Tanah Suci.

Ketua Kloter 83, Lukman Hakim, menambahkan bahwa pihaknya terus mengingatkan jemaah Banyuwangi agar menjaga stamina dengan membatasi aktivitas berat di luar hotel.

Menurutnya, banyak jemaah yang masih memaksakan diri beraktivitas terlalu lama di luar pemondokan, padahal suhu panas ekstrem di Makkah dapat memicu kelelahan hingga gangguan kesehatan serius.

“Menjelang puncak haji kami terus mengingatkan jemaah Banyuwangi untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas berat agar tetap prima saat pelaksanaan Armuzna,” katanya.

Selain itu, jemaah juga diimbau memperbanyak istirahat dan tidak terlalu sering bepergian jauh demi menjaga kondisi tubuh tetap stabil.

Petugas haji meminta jemaah lebih memprioritaskan ibadah di musala atau masjid sekitar hotel dibanding memaksakan diri berulang kali menuju Masjidil Haram apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

“Kami mengimbau kepada jemaah Banyuwangi agar mengurangi aktivitas di luar hotel dan memperbanyak ibadah di musala maupun masjid sekitar pemondokan demi menjaga kesehatan dan keselamatan,” tandas Lukman.

Fase Armuzna sendiri menjadi inti pelaksanaan ibadah haji. Pada fase tersebut, jutaan jemaah dari berbagai negara akan bergerak secara bersamaan menuju Arafah untuk menjalani wukuf, kemudian bermalam di Muzdalifah, dan melanjutkan rangkaian ibadah di Mina.

Tingginya mobilitas jemaah ditambah suhu panas ekstrem membuat kesiapan fisik menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan ibadah haji.

Karena itu, petugas haji Indonesia terus memperkuat layanan kesehatan, konsumsi, transportasi, hingga pendampingan ibadah agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian Armuzna dengan aman dan lancar.

Selain edukasi kesehatan, petugas juga rutin mengingatkan jemaah untuk memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, serta tidak memaksakan diri jika mengalami kelelahan.

Petugas berharap seluruh jemaah Banyuwangi dapat menjalani puncak ibadah haji dalam kondisi sehat dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Armuzna 2026 #Puncak ibadah haji #petugas haji Banyuwangi #visitasi jemaah haji #jemaah haji banyuwangi