Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jemaah Haji Kloter 85 Banyuwangi-Bondowoso-Jember Bayar Dam Rp416 Juta, Mayoritas Pilih Jalur Resmi Jelang Armuzna

Sigit Hariyadi • Jumat, 22 Mei 2026 | 07:56 WIB
TUNAI: Ketua Kloter 85 Taufik Siradj (kiri) menyetorkan uang dam haji Tammattu kepada lembaga Adohi, di Makkah, Selasa (19/5). (Taufik Siradj for Radar Banyuwangi)
TUNAI: Ketua Kloter 85 Taufik Siradj (kiri) menyetorkan uang dam haji Tammattu kepada lembaga Adohi, di Makkah, Selasa (19/5). (Taufik Siradj for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah haji Indonesia mulai menuntaskan salah satu kewajiban penting dalam rangkaian ibadah, yakni pembayaran dam Tamattu. Di Kloter 85 gabungan Banyuwangi-Bondowoso-Jember, proses tersebut berlangsung tertib dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta rupiah.

Dari total 380 jemaah dalam kloter tersebut, sebagian memilih jalur pembayaran melalui Adohi, sementara lainnya menggunakan layanan resmi seperti Baznas dan sejumlah lembaga zakat yang telah memiliki mekanisme penyembelihan hewan dam sesuai ketentuan syariat.

Ketua Kloter 85, Taufik Siradj, mengatakan pembayaran dam dilakukan secara terkoordinasi untuk mempermudah proses administrasi dan pelayanan selama jemaah berada di Tanah Suci.

Sebanyak 118 jemaah mempercayakan pembayaran dam melalui Adohi dengan nominal masing-masing sebesar 720 Saudi Arabia Riyal (SAR).

Jika diakumulasi, total dana yang dihimpun melalui mekanisme tersebut mencapai 84.960 SAR atau setara sekitar Rp416 juta dengan asumsi kurs Rp4.900 per SAR.

"Pembayaran dilakukan secara kolektif agar lebih tertib dan memudahkan koordinasi jemaah selama di Tanah Suci. Alhamdulillah untuk urusan dam sudah kita serahkan pada Selasa (19/5)," ujar Taufik.

Mayoritas Jemaah Pilih Baznas dan Lembaga Zakat

Meski pembayaran melalui Adohi mencapai ratusan juta rupiah, jumlah jemaah yang menggunakan jalur tersebut ternyata bukan mayoritas.

Sebanyak 262 jemaah lainnya memilih menyalurkan pembayaran dam melalui Baznas maupun lembaga zakat resmi lain.

Skema tersebut dipilih karena sejumlah lembaga telah menyediakan layanan penyembelihan dam yang terintegrasi dengan mekanisme distribusi daging sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Taufik, perbedaan pilihan pembayaran menjadi hal yang lumrah.

Masing-masing jemaah memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan mekanisme pembayaran.

Mulai faktor kemudahan layanan, tingkat kepercayaan terhadap lembaga, hingga rekomendasi pembimbing ibadah.

"Perbedaan pilihan metode pembayaran tersebut merupakan hal yang wajar karena masing-masing jemaah memiliki pertimbangan sendiri," jelasnya.

Pastikan Sesuai Syariat dan Aturan Arab Saudi

Di tengah berbagai opsi pembayaran yang tersedia, pihak kloter memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai ketentuan syariat Islam maupun regulasi Arab Saudi.

Aspek keabsahan pelaksanaan dam menjadi perhatian utama petugas haji.

Terlebih isu tata cara pelaksanaan dam belakangan menjadi perbincangan luas setelah muncul sejumlah wacana terkait lokasi penyembelihan dan mekanisme distribusi.

Taufik menegaskan yang terpenting bukan sekadar jalur pembayaran, melainkan memastikan pelaksanaan dam benar-benar sah dan tepat sasaran.

"Yang terpenting adalah pelaksanaan dam tetap sah dan tepat sasaran," katanya.

Dam Tamattu sendiri merupakan kewajiban bagi jemaah yang menjalankan haji dengan metode Tamattu, yakni melaksanakan umrah terlebih dahulu sebelum menunaikan ibadah haji dalam satu musim yang sama.

Pelaksanaannya umumnya diwujudkan melalui penyembelihan hewan di Tanah Haram.

Fokus Bergeser ke Kesiapan Armuzna

Di sisi lain, petugas haji juga terus memperkuat koordinasi menjelang fase Armuzna.

Sebab periode tersebut menjadi tahapan paling padat dalam seluruh rangkaian ibadah haji.

Koordinasi antarpetugas dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan jemaah tetap terpenuhi mulai fase keberangkatan menuju Arafah, pelaksanaan ibadah di Muzdalifah dan Mina, hingga tahapan pemulangan ke Indonesia.

Menurut Taufik, hingga saat ini kondisi jemaah Kloter 85 dilaporkan stabil.

Petugas juga terus mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan dan mematuhi arahan selama menjalankan ibadah.

"Alhamdulillah hingga saat ini kondisi jemaah dilaporkan dalam keadaan baik dan tetap mengikuti arahan petugas haji Indonesia di Tanah Suci," ujarnya.

Dengan semakin dekatnya fase Armuzna, kesiapan administrasi, fisik, dan spiritual kini menjadi fokus utama. Sebab pada fase inilah jutaan jemaah dari berbagai negara akan menjalani inti dari seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kloter 85 Banyuwangi #Armuzna 2026 #pembayaran dam haji #dam Tamattu #jemaah haji banyuwangi