Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Puncak Haji Armuzna 2026, Pemerintah Siapkan 15 Porsi Makanan Ready To Eat untuk Jemaah Indonesia

Ali Sodiqin • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:00 WIB
Pemerintah memperkuat layanan konsumsi haji 2026 jelang Armuzna dengan menyiapkan makanan siap santap bercita rasa nusantara bagi jemaah. (HIMPUH)
Pemerintah memperkuat layanan konsumsi haji 2026 jelang Armuzna dengan menyiapkan makanan siap santap bercita rasa nusantara bagi jemaah. (HIMPUH)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah memperkuat layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stamina dan kesehatan jemaah di tengah tingginya mobilitas selama fase paling padat dalam rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan skema distribusi makanan siap santap atau Ready To Eat (RTE) telah disiapkan secara matang agar kebutuhan konsumsi jemaah tetap terpenuhi selama menjalani puncak ibadah haji.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah Indonesia berjalan dengan baik di seluruh titik layanan.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Lebih dari 179 Ribu Jemaah Sudah Diberangkatkan

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 464 kelompok terbang (kloter) dengan total 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Sementara itu, sebanyak 455 kloter dengan total 175.682 jemaah dan 1.820 petugas telah tiba di Kota Makkah untuk menjalani tahapan ibadah haji.

Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport Jeddah, tercatat sebanyak 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas telah tiba di Arab Saudi.

Selain itu, sebanyak 12.180 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci dan mulai menjalankan rangkaian ibadah sesuai jadwal masing-masing.

Armuzna Disebut Fase Paling Kompleks

Maria menjelaskan fase Armuzna menjadi titik paling krusial dalam operasional haji karena melibatkan perpindahan jutaan jemaah dalam waktu bersamaan.

Karena itu, layanan konsumsi menjadi salah satu fokus utama pemerintah demi memastikan kondisi fisik jemaah tetap stabil selama menjalani wukuf dan rangkaian ibadah lainnya.

“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.

Siapkan Makanan Siap Santap Rasa Nusantara

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan makanan siap santap bercita rasa nusantara yang dinilai lebih praktis didistribusikan selama fase Armuzna.

Skema Ready To Eat dipilih karena lebih efektif untuk kondisi mobilitas tinggi di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Selain mudah dibawa dan cepat dikonsumsi, makanan tersebut juga memiliki daya tahan lebih lama dengan standar keamanan pangan yang ketat.

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelas Maria.

Jemaah Dapat 15 Porsi Selama Armuzna

Selama fase Armuzna, setiap jemaah haji Indonesia akan mendapatkan total 15 porsi makanan dari pihak syarikah dengan menu khas Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan enam porsi tambahan untuk fase pra-Armuzna dan pasca-Armuzna.

Layanan tambahan tersebut diberikan pada 7 dan 8 Dzulhijjah serta 13 Dzulhijjah atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Pemerintah juga melakukan koordinasi intensif dan pengecekan rutin untuk memastikan distribusi makanan berjalan lancar sebelum keberangkatan jemaah menuju Armuzna.

Seluruh makanan direncanakan telah terdistribusi ke hotel-hotel jemaah Indonesia paling lambat pada 6 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 23 Mei 2026.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegas Maria.

Jemaah Diimbau Jaga Kondisi Fisik

Di tengah suhu panas ekstrem dan tingginya aktivitas selama musim haji, pemerintah juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi tubuh menjelang Armuzna.

Maria mengimbau jemaah memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, serta mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak agar tetap prima saat menjalani wukuf di Arafah dan prosesi ibadah lainnya.

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” pungkasnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Armuzna 2026 #layanan haji 2026 #konsumsi haji Indonesia #Ready To Eat haji #jemaah haji indonesia