Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wukuf di Arafah: Ini Amalan yang Dilakukan Jemaah Haji, dari Khutbah hingga Tangis Doa Pengampunan

Ali Sodiqin • Rabu, 20 Mei 2026 | 11:00 WIB
BERMUNAJAT: Sebanyak 47 jemaah haji Banyuwangi yang diberangkatkan pada 22 Juni sedang melaksanakan wukuf di Arafah, Selasa (27/6).
ILUSTRASI: Jemaah haji Banyuwangi sedang melaksanakan wukuf di Arafah tahun lalu.

RADARBANYUWANGI.ID – Wukuf di Arafah bukan sekadar berkumpul di hamparan padang pasir saat musim haji. Momentum ini menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah haji sekaligus fase paling sakral yang dinanti jutaan jemaah dari seluruh dunia.

Dalam hadis masyhur disebutkan, “Al-hajju Arafah” atau “haji adalah Arafah”. Hadis itu menegaskan bahwa wukuf menjadi penentu sah tidaknya ibadah haji seseorang. Karena itu, setiap tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan jemaah memadati Padang Arafah sejak tergelincir matahari hingga menjelang magrib untuk menjalani berbagai amalan spiritual.

Di tengah suhu gurun yang ekstrem dan lautan manusia berpakaian ihram putih, suasana Arafah berubah menjadi ruang refleksi akbar. Tidak ada sekat status sosial, jabatan, maupun kebangsaan. Semua hadir dengan tujuan yang sama: memohon ampunan dan berharap menjadi haji mabrur.

Mendengarkan Khutbah Wukuf

Rangkaian wukuf biasanya diawali dengan khutbah Arafah yang disampaikan menjelang waktu Zuhur. Khutbah tersebut berisi pesan-pesan keislaman, penguatan ketakwaan, pentingnya menjaga persaudaraan umat, hingga pengingat tentang kehidupan akhirat.

Bagi banyak jemaah, momen khutbah wukuf menjadi pengalaman emosional yang sulit dilupakan. Sebab, khutbah disampaikan ketika seluruh umat Islam berkumpul dalam kondisi sederhana, mengenakan pakaian ihram tanpa atribut duniawi.

Suasana haru kerap terasa ketika jemaah menyadari bahwa mereka sedang berada di salah satu tempat paling bersejarah dalam perjalanan spiritual umat Islam.

Salat Jamak Qasar di Padang Arafah

Setelah khutbah selesai, jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Asar dengan cara jamak qasar secara berjamaah. Salat ini menjadi bagian penting sebelum memasuki fase utama wukuf, yakni memperbanyak doa dan dzikir.

Di berbagai sudut tenda Arafah, suara talbiyah, istighfar, dan lantunan doa terdengar bersahut-sahutan. Banyak jemaah memanfaatkan setiap detik di Arafah untuk beribadah karena diyakini sebagai salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa.

Memperbanyak Doa dan Dzikir

Amalan utama saat wukuf adalah memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan memohon ampun kepada Allah SWT. Tidak sedikit jemaah yang membawa daftar doa khusus untuk keluarga, kesehatan, rezeki, hingga keselamatan hidup dunia dan akhirat.

Banyak pula yang menangis haru ketika berdoa. Di Padang Arafah, jutaan manusia seperti merasa berbicara langsung kepada Sang Pencipta tanpa jarak dan tanpa penghalang.

Sebagian jemaah memilih berdiam diri sambil membaca Al-Qur’an. Sebagian lain terus melantunkan dzikir dan talbiyah hingga matahari mulai condong ke barat.

Muhasabah dan Refleksi Kehidupan

Selain doa dan ibadah ritual, wukuf juga menjadi momentum muhasabah atau refleksi diri. Hamparan Padang Arafah yang luas dengan cuaca panas gurun sering kali membuat jemaah merenungkan perjalanan hidup mereka.

Di tempat itulah banyak orang mengingat kesalahan masa lalu, memperbaiki niat hidup, serta bertekad menjadi pribadi yang lebih baik sepulang dari Tanah Suci.

Tidak sedikit jemaah yang menyebut pengalaman wukuf sebagai titik balik kehidupan spiritual mereka. Sebab, di Arafah manusia diingatkan tentang kesederhanaan, kesetaraan, dan hakikat kehidupan yang sementara.

Menjaga Kesehatan Jelang Armuzna

Meski fokus utama berada pada ibadah, petugas haji tetap mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik. Cuaca ekstrem di Arafah bisa memicu dehidrasi dan kelelahan apabila jemaah terlalu memaksakan diri.

Karena itu, jemaah diimbau rutin minum air putih, menggunakan payung atau pelindung kepala, mengonsumsi makanan yang cukup, serta mengurangi aktivitas fisik berlebihan.

Langkah tersebut penting karena setelah wukuf, jemaah masih harus menjalani fase Armuzna berikutnya, yakni bergerak menuju Muzdalifah dan Mina untuk mabit serta lontar jumrah.

Simbol Kepasrahan Total kepada Allah

Wukuf di Arafah menjadi simbol kepasrahan total seorang hamba kepada Allah SWT. Di tempat itu, seluruh manusia melebur dalam kesederhanaan tanpa membedakan asal negara, kekayaan, maupun kedudukan sosial.

Semua mengenakan pakaian ihram yang sama. Semua memanjatkan doa yang sama. Dan semua membawa harapan yang sama: memperoleh ampunan serta pulang ke tanah air sebagai pribadi yang lebih bersih dan lebih bertakwa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Amalan Wukuf #Wukuf di Arafah #jemaah haji indonesia #ibadah haji #padang arafah