Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Puncak Haji Armuzna, Jemaah Indonesia Diminta Perbanyak Zikir dan Doa di Arafah: ‘Al-Hajju Arafah’

Ali Sodiqin • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB
KH Abdullah Kafabihi menegaskan bahwa jemaah perlu menjaga energi batin dan meningkatkan intensitas hubungan spiritual dengan Allah SWT menjelang puncak haji. (haji.go.id)
KH Abdullah Kafabihi menegaskan bahwa jemaah perlu menjaga energi batin dan meningkatkan intensitas hubungan spiritual dengan Allah SWT menjelang puncak haji. (haji.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang fase paling menentukan dalam pelaksanaan ibadah haji, jemaah Indonesia diingatkan agar mengalihkan fokus sepenuhnya pada penguatan spiritual. Di tengah padatnya persiapan teknis menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah diminta memperbanyak ibadah, zikir, dan doa karena momentum tersebut disebut sebagai inti dari seluruh rangkaian ibadah haji.

Pesan itu disampaikan saat jutaan jemaah mulai memasuki fase persiapan menuju masyair muqaddasah atau lokasi suci utama pelaksanaan haji. Momentum ini dipandang bukan sekadar perpindahan fisik antarlokasi ibadah, melainkan perjalanan spiritual yang menentukan kualitas dan kesempurnaan haji seseorang.

Musyrif Dini, KH Abdullah Kafabihi, menegaskan bahwa jemaah perlu menjaga energi batin dan meningkatkan intensitas hubungan spiritual dengan Allah SWT menjelang puncak haji.

Pesan tersebut disampaikan saat mengisi kajian khusus bertajuk Fadhail Amaliyah Masyair Muqaddasah di Musala Kantor Daerah Kerja Makkah, Senin (18/5/2026) malam.

Arafah Disebut Inti Seluruh Ibadah Haji

Dalam kajiannya, KH Abdullah Kafabihi—yang akrab disapa Gus Kafa—menyebut keberadaan jemaah di Padang Arafah pada 9 Zulhijah bukan sekadar salah satu tahapan ibadah, melainkan inti utama pelaksanaan haji.

Menurutnya, seluruh konsentrasi spiritual jemaah perlu dipusatkan pada momen tersebut.

"Arafah pada 9 Zulhijah merupakan inti pelaksanaan ibadah haji sebagaimana sabda Nabi SAW, 'Al-hajju Arafah' atau haji itu adalah Arafah," tegasnya.

Ungkapan tersebut selama ini dikenal luas sebagai dasar penting yang menegaskan bahwa wukuf di Arafah menjadi rukun utama dalam ibadah haji.

Karena itu, momentum Arafah bukan hanya agenda seremonial tahunan, melainkan titik puncak perjumpaan spiritual seorang hamba dengan Tuhannya.

Armuzna Bukan Sekadar Perjalanan Fisik

Selain Arafah, Gus Kafa juga mengingatkan bahwa setiap lokasi dalam fase Armuzna memiliki makna mendalam dan keutamaan tersendiri.

Ia menjelaskan perjalanan jemaah menuju Muzdalifah, Mina, hingga prosesi lontar jumrah bukan sekadar rangkaian ritual yang bersifat teknis.

Di balik setiap tahapan terdapat dimensi ibadah yang sarat makna teologis.

Beberapa rangkaian penting yang disebutkan meliputi:

Menurut Gus Kafa, seluruh titik tersebut termasuk wilayah masyair muqaddasah yang memiliki keutamaan dan menjadi tempat-tempat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa.

"Momentum di masyair muqaddasah merupakan kesempatan penting bagi jemaah untuk memperbanyak doa, zikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujarnya.

Waktu Mustajab yang Jangan Disia-siakan

Dalam tradisi pelaksanaan haji, fase Armuzna memang sering dipandang sebagai periode paling berat secara fisik.

Jemaah harus menghadapi mobilitas tinggi, cuaca ekstrem, kepadatan massa, serta aktivitas ibadah yang berlangsung hampir tanpa jeda.

Namun di tengah tantangan tersebut, para pembimbing ibadah mengingatkan bahwa fase ini justru menjadi waktu yang diyakini memiliki banyak keutamaan.

Karena itu, jemaah diminta tidak hanya fokus pada kesiapan logistik, tetapi juga mempersiapkan kondisi batin.

Doa-doa yang dipanjatkan pada momen tersebut diyakini memiliki keistimewaan tersendiri.

Gus Kafa Ijazahkan Amalan Khusus Selama Haji

Sebagai penguatan spiritual, Gus Kafa juga memberikan pesan tambahan kepada jemaah berupa amalan yang dianjurkan untuk dirutinkan selama berada di Tanah Suci.

Ia mengimbau jemaah memperbanyak pembacaan shalawat sebagai bentuk ikhtiar memperkuat hubungan spiritual selama pelaksanaan ibadah haji.

"Saya menganjurkan jemaah untuk mendawamkan pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 1.000 kali setiap hari selama pelaksanaan ibadah haji," ujarnya.

Menurutnya, amalan tersebut bukan semata rutinitas tambahan, melainkan bentuk penguatan batin agar jemaah tetap menjaga fokus ibadah di tengah padatnya aktivitas selama di Tanah Suci.

Anjuran itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan haji tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan rangkaian ritual secara fisik, tetapi juga seberapa dalam jemaah memaknai perjalanan spiritualnya.

Dengan fase puncak haji yang semakin dekat, jemaah Indonesia kini memasuki momentum yang kerap disebut sebagai titik paling sakral sekaligus paling menentukan dalam seluruh rangkaian ibadah haji. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#puncak haji Armuzna #Arafah haji #zikir haji #doa di Arafah #jemaah haji indonesia