Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Foto Hajar Aswad 49.000 Megapiksel Gegerkan Dunia, Detail Batu Suci Ka'bah Terungkap untuk Pertama Kalinya

Ali Sodiqin • Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB
Hajar Aswad. (amanu.co.id)
Hajar Aswad. (amanu.co.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Musim haji 2026 menghadirkan kejutan yang menyita perhatian umat Muslim dunia. Untuk pertama kalinya, detail Hajar Aswad di sudut Ka'bah berhasil didokumentasikan dalam kualitas ultra tinggi mencapai 49.000 megapiksel. Hasilnya mengejutkan: batu suci yang selama ini hanya tampak sebagai satu bongkahan hitam ternyata menyimpan detail yang nyaris tak pernah terlihat mata manusia.

Dokumentasi langka tersebut dilakukan Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci Arab Saudi menggunakan teknologi fokus panorama bertumpuk atau stacked panorama focus.

Teknik tersebut menggabungkan ribuan foto dengan tingkat fokus berbeda untuk menghasilkan satu citra superdetail dengan akurasi tinggi.

Proses pengambilan gambar tidak berlangsung singkat.

Tim membutuhkan waktu sekitar tujuh jam penuh demi menghasilkan gambar resolusi ekstrem yang mampu menangkap detail mikroskopis Hajar Aswad.

Hasil akhirnya menghadirkan visual paling tajam sepanjang sejarah dokumentasi batu suci tersebut.

Dilansir sejumlah media internasional, proyek ini disebut sebagai kali pertama masyarakat dunia dapat melihat Hajar Aswad dari jarak sangat dekat dengan tingkat kejernihan luar biasa.

Setiap lekukan, tekstur, hingga struktur permukaan batu tampak lebih jelas dibanding dokumentasi sebelumnya.

Ternyata Hajar Aswad Bukan Satu Batu Utuh

Temuan visual tersebut juga membuka fakta menarik yang selama ini jarang diketahui publik.

Meski terlihat seperti satu batu besar berwarna hitam yang terpasang di sudut timur Ka'bah, Hajar Aswad ternyata tersusun dari beberapa pecahan batu kecil.

Struktur Hajar Aswad terdiri dari delapan fragmen batu berbeda yang direkatkan menggunakan frankincense Arab atau bahan perekat tradisional.

Ukuran pecahan itu relatif kecil.

Batu terkecil dilaporkan hanya berukuran sekitar satu sentimeter.

Sementara bagian terbesarnya diperkirakan tidak lebih dari dua sentimeter.

Seluruh bagian itu kemudian dilindungi bingkai perak yang selama ini terlihat mengelilingi Hajar Aswad.

Bingkai tersebut bukan sekadar ornamen.

Fungsinya melindungi fragmen batu suci dari kerusakan akibat sentuhan jutaan jemaah setiap tahun.

Sejarah Hajar Aswad: Batu dari Surga yang Diletakkan Nabi Ibrahim

Dalam sejarah Islam, Hajar Aswad menempati posisi istimewa.

Riwayat menyebut batu tersebut berasal dari surga dan diberikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim AS saat pembangunan Ka'bah.

Batu itu kemudian diletakkan di salah satu sudut Ka'bah sebagai penanda.

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Hajar Aswad awalnya memiliki warna putih sangat bersih.

Namun seiring perjalanan waktu, batu tersebut berubah menjadi hitam.

Perubahan itu disebut terjadi akibat dosa manusia.

Riwayat tersebut menjadi salah satu kisah paling dikenal dalam sejarah Hajar Aswad.

Bagi umat Islam, makna perubahan warna tersebut dipahami sebagai simbol spiritual, bukan semata perubahan fisik.

Bukan Sekadar Batu, Akan Menjadi Saksi di Hari Kiamat

Keistimewaan Hajar Aswad tidak berhenti pada sejarah asal-usulnya.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menyebut Hajar Aswad kelak memiliki peran khusus pada hari kiamat.

Diriwayatkan bahwa batu tersebut akan dihadirkan dengan dua mata yang dapat melihat dan lisan yang mampu berbicara.

Hajar Aswad disebut akan menjadi saksi bagi orang-orang yang menyentuhnya dengan penuh keimanan.

Bagi jutaan jemaah haji dan umrah, keyakinan tersebut membuat Hajar Aswad memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Tidak mengherankan jika setiap musim haji, sudut timur Ka'bah selalu menjadi titik paling padat karena banyak jemaah berusaha mendekat atau sekadar melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad.

Teknologi Modern Bertemu Warisan Spiritual

Dokumentasi 49.000 megapiksel ini bukan hanya pencapaian teknologi visual.

Lebih dari itu, proyek tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi modern digunakan untuk memperkenalkan warisan Islam kepada dunia dengan cara baru.

Selama berabad-abad, Hajar Aswad hanya dipandang dari kejauhan oleh sebagian besar umat Muslim.

Kini, melalui teknologi ultraresolusi, detail batu suci tersebut dapat dipelajari lebih dekat tanpa mengurangi nilai spiritual yang melekat padanya.

Di tengah jutaan jemaah yang memadati Tanah Suci pada musim haji 2026, Hajar Aswad kembali menjadi pusat perhatian dunia—kali ini bukan hanya karena nilai ibadahnya, tetapi juga karena misteri dan detailnya yang mulai terungkap melalui lensa teknologi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#foto Hajar Aswad #Ka'bah #Hajar Aswad #Haji 2026 #masjidil haram