Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang Puncak Haji 2026, Kemenhaj Minta Jemaah Indonesia Hemat Tenaga: Armuzna Butuh Stamina Prima

Ali Sodiqin • Senin, 18 Mei 2026 | 17:34 WIB
Kemenhaj minta jemaah haji Indonesia hemat energi jelang Armuzna 2026. Cuaca panas dan kepadatan jadi perhatian utama. (haji.go.id)
Kemenhaj minta jemaah haji Indonesia hemat energi jelang Armuzna 2026. Cuaca panas dan kepadatan jadi perhatian utama. (haji.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID - Ibadah haji 2026 memasuki fase krusial. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai mengeluarkan peringatan serius kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar tidak menguras tenaga menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Cuaca ekstrem di Arab Saudi, kepadatan jutaan jemaah, serta tingginya aktivitas fisik saat Armuzna membuat kesiapan stamina menjadi faktor penentu keselamatan sekaligus kelancaran ibadah haji tahun ini.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan bahwa jemaah perlu mulai mengatur pola aktivitas sejak sekarang. Ia meminta jemaah tidak memaksakan diri melakukan kegiatan fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap stabil ketika memasuki fase terberat ibadah haji.

“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujar Maria Assegaf di Jakarta, Kamis (14/5).

Peringatan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya, banyak jemaah mengalami kelelahan berat akibat terlalu aktif beribadah sunnah atau bepergian jauh sebelum puncak haji dimulai.

Padahal, fase Armuzna merupakan rangkaian ibadah yang paling menguras tenaga karena melibatkan perpindahan massal jutaan jemaah dalam waktu bersamaan di tengah suhu panas ekstrem Arab Saudi.

Lebih dari 152 Ribu Jemaah Indonesia Sudah Berangkat

Hingga hari ke-24 operasional haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, proses pemberangkatan jemaah Indonesia dilaporkan berjalan lancar.

Data operasional terbaru mencatat sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah serta 1.577 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Sementara itu, sebanyak 353 kloter yang membawa 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Kota Makkah setelah bergerak bertahap dari Madinah.

Kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, juga terus berlangsung. Sampai saat ini, tercatat 120 kloter dengan total 45.914 jemaah dan 481 petugas telah tiba di Arab Saudi.

Selain jemaah reguler, sebanyak 10.535 jemaah haji khusus juga sudah berada di Tanah Suci dan mulai menjalani tahapan ibadah sesuai jadwal masing-masing.

Lonjakan jumlah jemaah tersebut membuat persiapan Armuzna menjadi fokus utama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Tenda Arafah Hampir Rampung, Bus Masyair Disiapkan

Maria Assegaf menjelaskan bahwa PPIH Arab Saudi saat ini tengah mematangkan seluruh skema pelayanan untuk fase Armuzna, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi.

Salah satu fokus utama ialah kesiapan tenda di Arafah yang menjadi tempat wukuf jutaan jemaah haji.

“Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar saat puncak haji,” jelas Maria.

Selain memastikan kesiapan fasilitas, pemerintah juga mulai menyusun berbagai langkah mitigasi menghadapi potensi kepadatan ekstrem saat perpindahan jemaah.

Terutama pada jalur krusial Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina yang selama ini dikenal sebagai titik paling rawan kemacetan dan penumpukan manusia.

PPIH Arab Saudi disebut telah menyiapkan sejumlah skenario pengaturan arus untuk mengurangi risiko keterlambatan maupun kepadatan berlebih.

Cuaca Panas Jadi Ancaman Serius

Selain faktor kepadatan, cuaca panas Arab Saudi kembali menjadi ancaman serius bagi kesehatan jemaah Indonesia.

Dalam beberapa hari terakhir, suhu siang hari di Makkah dan sekitarnya dilaporkan terus meningkat. Kondisi tersebut berisiko memicu dehidrasi, kelelahan, heat exhaustion, hingga heat stroke apabila jemaah tidak menjaga kondisi tubuh.

Karena itu, Kemenhaj meminta jemaah membatasi aktivitas di luar hotel, khususnya pada siang hari.

Jemaah juga diminta memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta rutin memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik,” lanjut Maria.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi.

Mereka diminta tidak memaksakan diri dan selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan sekecil apa pun.

Petugas Kesehatan Aktif Pantau Jemaah

Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan selama operasional haji, petugas kesehatan Indonesia terus melakukan pemantauan aktif terhadap kondisi jemaah.

Pemantauan dilakukan di hotel, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga rumah sakit rujukan di Arab Saudi.

Selain pemeriksaan kesehatan rutin, petugas juga memberikan edukasi terkait pola hidup sehat selama berada di Tanah Suci.

Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri sederhana seperti payung, masker, dan alas kaki ketika beraktivitas di luar hotel.

Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat suhu panas dan kepadatan jemaah.

Dengan fase Armuzna yang tinggal menghitung hari, pemerintah berharap seluruh jemaah Indonesia mulai mengubah pola aktivitas mereka.

Sebab, keberhasilan menjalani puncak ibadah haji bukan hanya ditentukan kekuatan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik menghadapi salah satu ritual keagamaan terbesar dan paling berat di dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kesehatan jemaah haji #Armuzna #Haji 2026 #jemaah haji indonesia #Kemenhaj