RADARBANYUWANGI.ID – Insiden mengejutkan terjadi di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Petugas bea cukai setempat membongkar koper milik seorang jemaah haji Indonesia setelah alat pemindai x-ray mendeteksi muatan mencurigakan. Saat diperiksa, koper tersebut ternyata berisi sekitar 100 slop rokok dalam jumlah besar.
Kasus ini langsung menjadi perhatian petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi karena dinilai melanggar ketentuan pembatasan barang bawaan yang berlaku di Arab Saudi selama musim haji 2026.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, membenarkan adanya penindakan terhadap koper jemaah Indonesia tersebut.
“Ya, salah satu kejadian yang menonjol tadi malam, dini hari, ada koper jemaah kita yang dibongkar oleh petugas X-ray di custom karena ditemukan ada barang-barang yang terlarang,” ungkap Abdul Basir di Jeddah, Minggu (17/5/2026).
100 Slop Rokok Ditemukan dalam Koper Jemaah Haji
Penemuan ratusan bungkus rokok itu terjadi saat koper jemaah melewati pemeriksaan x-ray di area bea cukai Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Petugas Saudi kemudian melakukan pemeriksaan manual setelah mendapati indikasi muatan tidak wajar di dalam koper.
Hasilnya, petugas menemukan sekitar 100 slop rokok yang disimpan di dalam koper jemaah asal Indonesia tersebut.
Meski pemerintah Arab Saudi tidak sepenuhnya melarang jemaah membawa rokok, jumlah yang diperbolehkan sangat dibatasi. Setiap jemaah hanya diizinkan membawa rokok dalam jumlah tertentu untuk konsumsi pribadi, bukan dalam skala besar.
Abdul Basir menegaskan bahwa jemaah tetap diperbolehkan membawa rokok, tetapi maksimal hanya dua slop.
“Tadi malam koper jemaah yang dibuka itu sudah diserahkan kembali kepada jemaahnya, dan jemaah masih tetap diberikan haknya untuk boleh membawa rokok dalam batas maksimal dua slop,” jelasnya.
Sementara puluhan slop rokok lainnya langsung disita oleh petugas Bea Cukai Arab Saudi.
“Untuk rokok-rokok yang didapatkan di dalam koper itu sudah disita oleh pihak Bea Cukai Arab Saudi, dan masalah sudah selesai,” tegas Abdul Basir.
Arab Saudi Perketat Pemeriksaan Barang Bawaan Jemaah Haji
Kasus koper berisi 100 slop rokok ini menjadi sinyal bahwa otoritas Arab Saudi memperketat pengawasan terhadap barang bawaan jemaah haji internasional selama musim haji 2026.
Pemeriksaan dilakukan secara detail menggunakan pemindai x-ray modern di Bandara Internasional King Abdul Aziz, pintu utama kedatangan jemaah gelombang kedua menuju Mekkah.
PPIH Arab Saudi mengingatkan seluruh jemaah Indonesia agar mematuhi aturan barang bawaan dan tidak mencoba membawa barang melebihi batas ketentuan.
Selain rokok, sejumlah barang lain yang pernah diamankan petugas Saudi antara lain makanan dalam jumlah besar, bumbu dapur berlebihan, hingga tempe orek kilograman yang sempat viral beberapa waktu lalu.
PPIH Evaluasi Pemeriksaan di Embarkasi Indonesia
Menyikapi insiden ini, PPIH Arab Saudi mulai berkoordinasi dengan petugas embarkasi di Indonesia untuk memperketat pemeriksaan koper sebelum keberangkatan.
Langkah ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menghambat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi.
Menurut Abdul Basir, membawa barang berlebihan tidak hanya berpotensi disita, tetapi juga dapat memperlambat antrean pemeriksaan imigrasi dan bea cukai di bandara.
Seluruh calon jemaah haji yang belum berangkat pun diminta lebih teliti terhadap isi koper mereka. Petugas mengimbau jemaah hanya membawa barang sesuai kebutuhan pribadi selama berada di Tanah Suci.
190 Kloter Jemaah Haji Sudah Tiba di Jeddah
Hingga Minggu (17/5/2026), tercatat sebanyak 190 kloter jemaah haji gelombang kedua telah tiba melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.
Para jemaah selanjutnya langsung diberangkatkan menuju Mekkah untuk menjalani umrah wajib serta mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji 2026, termasuk prosesi wukuf di Arafah yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026.
PPIH Arab Saudi berharap seluruh proses kedatangan jemaah berjalan lancar tanpa kendala barang bawaan maupun pelanggaran aturan kepabeanan.
Dengan jutaan jemaah dari berbagai negara mulai berdatangan ke Arab Saudi, otoritas setempat memang meningkatkan pengawasan ketat demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran operasional haji tahun ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin