RADARBANYUWANGI.ID – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan ibadah haji 2026. Sebanyak 10 jemaah haji asal Embarkasi Surabaya dilaporkan wafat selama proses operasional pemberangkatan haji tahun ini. Mayoritas jemaah yang meninggal dunia berasal dari Jawa Timur, dengan Kabupaten Pasuruan menjadi daerah terbanyak yang kehilangan calon tamu Allah.
Dari total 10 jemaah yang wafat, sembilan orang meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Arab Saudi. Sementara satu jemaah lainnya meninggal ketika masih menjalani proses keberangkatan di Embarkasi Surabaya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengingat sebagian besar jemaah yang wafat merupakan lanjut usia (lansia) dengan riwayat penyakit bawaan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya para jemaah haji tersebut.
“Atas nama PPIH Embarkasi Surabaya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah haji. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Anam dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Jemaah Asal Pasuruan Paling Banyak Wafat di Tanah Suci
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Surabaya, Kabupaten Pasuruan menjadi daerah dengan jumlah jemaah wafat terbanyak selama operasional haji 2026. Tercatat tiga jemaah asal Pasuruan meninggal dunia di Arab Saudi.
Mereka adalah:
-
Kamariyah Dul Tayib (85), Kloter 8 Kabupaten Pasuruan
-
Abd Wachid (71), Kloter 7 Kabupaten Pasuruan
-
Dumaiyah Gopur (67), Kloter 6 Kabupaten Pasuruan
Selain Pasuruan, Kabupaten Gresik juga mencatat dua jemaah wafat, masing-masing satu orang di Arab Saudi dan satu lainnya meninggal di embarkasi.
Sementara daerah lain yang turut kehilangan jemaah hajinya antara lain Kota Malang, Lamongan, Jombang, Probolinggo, hingga Sidoarjo.
Daftar Lengkap 10 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya yang Wafat
Berikut daftar lengkap jemaah haji Embarkasi Surabaya yang wafat selama operasional haji 2026:
Wafat di Arab Saudi
-
Kamariyah Dul Tayib (85) – Kloter 8 Kabupaten Pasuruan
-
Abd Wachid (71) – Kloter 7 Kabupaten Pasuruan
-
Fajar Puja Sasmita (53) – Kloter 11 Kota Malang
-
Sibiatun Saji (72) – Kloter 33 Kabupaten Lamongan
-
Mustika Rajim D (75) – Kloter 47 Kabupaten Gresik
-
Suyono Reso (58) – Kloter 62 Kabupaten Jombang
-
Dumaiyah Gopur (67) – Kloter 6 Kabupaten Pasuruan
-
Asraf Sudam (65) – Kloter 1 Kabupaten Probolinggo
-
Tarni Talikah Kastamun (66) – Kloter 55 Kabupaten Sidoarjo
Wafat di Embarkasi Surabaya
-
Tini Atmin (56) – Kloter 43 Kabupaten Gresik
Tini Atmin dilaporkan meninggal dunia akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.
Faktor Kesehatan Lansia Jadi Perhatian
Mayoritas jemaah yang wafat diketahui berusia di atas 60 tahun. Faktor usia lanjut, kelelahan fisik, suhu ekstrem di Arab Saudi, serta penyakit penyerta menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
PPIH Embarkasi Surabaya terus mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan, memperhatikan pola makan, mengurangi aktivitas fisik berlebihan, serta rutin berkonsultasi dengan petugas kesehatan haji.
Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi juga menjadi faktor penting yang perlu diwaspadai. Saat musim haji berlangsung, suhu di beberapa wilayah dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, terutama pada siang hari.
Selain itu, jemaah lansia diminta tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunnah secara berlebihan agar kondisi tubuh tetap stabil selama proses ibadah berlangsung.
PPIH Pastikan Pendampingan untuk Keluarga Jemaah
PPIH Embarkasi Surabaya memastikan seluruh proses penanganan jemaah wafat dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi maupun Indonesia. Pendampingan juga diberikan kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan.
Petugas haji Indonesia di Arab Saudi turut berkoordinasi dengan pihak syarikah dan otoritas setempat untuk memastikan proses pemulasaraan hingga administrasi berjalan lancar.
Pemerintah juga memastikan hak-hak jemaah yang wafat tetap diberikan, termasuk asuransi dan layanan administrasi lainnya sesuai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji.
Operasional haji 2026 sendiri masih berlangsung dengan ribuan jemaah Indonesia yang terus diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui berbagai embarkasi di Indonesia, termasuk Embarkasi Surabaya yang menjadi salah satu embarkasi terbesar nasional. (*)
Editor : Ali Sodiqin