Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jemaah Haji Banyuwangi-Bondowoso Alami Gula Darah hingga 500 mg/dl di Makkah, TKHI Kloter 85 Bergerak Cepat

Syaifuddin Mahmud • Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00 WIB
VISITASI: Tim medis kloter 85 aktif memeriksa kesehatan jemaah yang mengeluh sakit ketika berada di hotel tempat menginap. (Taufik for Radar Banyuwangi)
VISITASI: Tim medis kloter 85 aktif memeriksa kesehatan jemaah yang mengeluh sakit ketika berada di hotel tempat menginap. (Taufik for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 85 Bondowoso-Banyuwangi bergerak cepat menangani berbagai keluhan kesehatan jemaah haji setibanya di Makkah, Arab Saudi. Cuaca panas ekstrem dan padatnya aktivitas ibadah membuat sejumlah jemaah mengalami gangguan kesehatan serius, mulai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tekanan darah tinggi, hingga kadar gula darah yang mencapai 500 mg/dl.

Ketua Kloter 85 Taufik Siradj mengatakan, pelayanan kesehatan langsung dilakukan sejak hari pertama kedatangan jemaah di Tanah Suci. Tim medis kloter secara aktif melakukan pemantauan kondisi kesehatan jemaah dari kamar ke kamar untuk memastikan seluruh peserta ibadah haji dalam kondisi stabil.

“Sejak pertama sampai di Makkah, tim medis melakukan kunjungan pasien sesuai on call dari kamar ke kamar,” ujar Taufik Siradj, Sabtu (17/5).

Tim kesehatan yang dipimpin dr Defista Diyantika bersama paramedis kloter Roshy Damayanti bahkan memanfaatkan salah satu kamar jemaah sebagai ruang pemeriksaan darurat guna mempercepat pelayanan medis.

Menurut Taufik, keluhan kesehatan yang paling banyak dialami jemaah meliputi mual, pusing, batuk, kembung, demam, hingga ISPA akibat perubahan cuaca dan kelelahan selama perjalanan maupun aktivitas ibadah.

Namun, beberapa kasus membutuhkan perhatian serius karena berkaitan dengan penyakit penyerta yang diderita jemaah lanjut usia. Tim medis menemukan jemaah dengan kadar gula darah sangat tinggi, berkisar 350 hingga 500 mg/dl, serta tekanan darah mencapai 180 sampai 200 mmHg.

Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila tidak segera ditangani karena cuaca panas di Makkah dapat memperburuk kondisi kesehatan jemaah, terutama penderita diabetes dan hipertensi.

Selain itu, tim medis juga menemukan kasus gangguan pencernaan serius yang menyebabkan muntah darah. Kondisi itu diduga dipicu konsumsi obat pegal linu sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

“Kami menemukan gangguan pencernaan sampai muntah darah karena sebelumnya mengonsumsi obat paket pegal linu,” kata Taufik yang juga dosen Universitas Islam Negeri Surabaya.

Sementara itu, dr Defista Diyantika mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Makkah. Ia meminta jemaah memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, serta tidak memaksakan diri beraktivitas di tengah suhu panas ekstrem.

“Jemaah juga harus rutin mengonsumsi obat pribadi sesuai anjuran dokter dan segera melapor jika mengalami keluhan kesehatan,” ujarnya.

Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi jemaah lanjut usia maupun penderita penyakit bawaan seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan pernapasan yang rentan kambuh akibat cuaca panas dan kelelahan.

Menurut Defista, cuaca panas Makkah dan padatnya aktivitas ibadah menjadi tantangan besar bagi kondisi fisik jemaah Indonesia, khususnya yang memiliki penyakit komorbid.

Meski demikian, pihaknya memastikan TKHI Kloter 85 terus siaga memberikan pelayanan kesehatan secara cepat agar kondisi jemaah tetap stabil hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.

“TKHI Kloter 85 tetap berupaya memberikan pelayanan cepat agar kondisi jemaah tetap stabil selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Makkah,” katanya.

Ketua Rombongan 7 KBIHU Sabilillah Banyuwangi Akhmad Kholid Askandar turut mengapresiasi kesigapan tim kesehatan dan pendamping kloter dalam melakukan pemantauan kondisi jemaah.

Menurutnya, visitasi dan pemeriksaan rutin yang dilakukan petugas membuat kondisi jemaah Banyuwangi di Kloter 85 masih terjaga dengan baik hingga saat ini.

“Alhamdulillah jemaah haji Banyuwangi Kloter 85 sampai saat ini masih dalam keadaan baik. Tim kloter sangat sigap melakukan visitasi kepada para jemaah,” ujarnya.

Ia berharap kondisi kesehatan seluruh jemaah tetap stabil hingga seluruh tahapan ibadah haji selesai dilaksanakan di Tanah Suci. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
#TKHI Kloter 85 #kesehatan haji Makkah #jemaah haji sakit #haji Bondowoso Banyuwangi #jemaah haji banyuwangi