Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jemaah Haji Banyuwangi Kloter 85 Tuntaskan Umrah Wajib, Rela Antre Satu Jam Demi Bus Shalawat ke Masjidilharam

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:30 WIB
HENDAK UMRAH WAJIB: Jemaah kloter 85 dari rombongan 6 KBIHU Sabilillah sedang menunggu bus nomor 10 tujuan Masjidilharam, Kamis malam (14/5) Waktu Arab Saudi. (Muklis for Radar Banyuwangi)
HENDAK UMRAH WAJIB: Jemaah kloter 85 dari rombongan 6 KBIHU Sabilillah sedang menunggu bus nomor 10 tujuan Masjidilharam, Kamis malam (14/5) Waktu Arab Saudi. (Muklis for Radar Banyuwangi)

Jemaah asal Banyuwangi dan Bondowoso akhirnya menyelesaikan umrah wajib di Makkah. Antrean panjang bus Shalawat hingga satu jam tak menyurutkan semangat ibadah di Tanah Suci.

RADARBANYUWANGI.ID - Jemaah haji asal Banyuwangi yang tergabung dalam Kloter 85 bersama jemaah asal Bondowoso akhirnya menuntaskan rangkaian umrah wajib di Kota Makkah, Kamis malam (14/5) Waktu Arab Saudi (WAS). Meski harus menghadapi antrean panjang transportasi menuju Masjidilharam, seluruh jemaah berhasil menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk.

Pelaksanaan umrah wajib dilakukan dengan pendampingan intensif dari para pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Sabilillah. Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti para jemaah setelah berhasil menyelesaikan tawaf, sai, hingga tahallul di tengah padatnya aktivitas ibadah di Masjidilharam.

Kloter 85 sendiri merupakan gabungan jemaah asal Banyuwangi dan Bondowoso. Selama berada di Makkah, para jemaah ditempatkan di Hotel Dorat al Tawheed kawasan Syisyah, sektor 4 nomor hotel 407. Hotel tersebut memiliki kapasitas sekitar 975 orang atau mampu menampung tiga kloter jemaah sekaligus.

Lokasi penginapan yang berjarak sekitar 4,4 kilometer dari Masjidilharam menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Berdasarkan estimasi aplikasi peta digital, perjalanan dengan berjalan kaki menuju pusat ibadah itu bisa memakan waktu lebih dari dua jam.

Karena itu, keberadaan bus Shalawat menjadi fasilitas vital bagi jemaah Indonesia selama di Tanah Suci. Dengan layanan transportasi tersebut, waktu tempuh menuju Masjidilharam hanya sekitar 15 menit. Namun, tingginya mobilitas jemaah membuat antrean bus tak terhindarkan.

Para jemaah Kloter 85 diketahui mulai mengantre bus Shalawat sejak pukul 22.00 WAS hingga sekitar pukul 23.00 WAS sebelum akhirnya diberangkatkan menuju Masjidilharam.

“Bus Shalawat sangat membantu jemaah. Kalau jalan kaki tentu cukup berat karena jaraknya jauh dan kondisi cuaca di Makkah juga berbeda dengan di Indonesia,” ujar Ketua Regu Rombongan 6 KBIHU Sabilillah, Khoirul Muklis.

Menurut Muklis, pelaksanaan umrah wajib sengaja dilakukan pada malam hari guna menghindari suhu panas ekstrem di Makkah pada siang hari. Selain itu, kondisi arus jemaah di area Masjidilharam pada malam hari dinilai relatif lebih kondusif sehingga memudahkan proses pendampingan.

“Jemaah didampingi penuh mulai dari persiapan keberangkatan dari hotel, pelaksanaan tawaf, sai, hingga tahallul. Alhamdulillah seluruh jemaah bisa menyelesaikan umrah wajib dengan lancar,” katanya.

Ia menjelaskan, pembimbing KBIHU terus mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, mengatur pola istirahat, serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar jadwal ibadah resmi.

Kondisi cuaca di Makkah yang cenderung panas dan kering memang menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah Indonesia, terutama lansia. Karena itu, pola pendampingan dan pengaturan waktu ibadah dilakukan secara ketat agar kesehatan jemaah tetap terjaga.

Meski menghadapi tantangan mobilitas dan antrean panjang, semangat ibadah para jemaah Banyuwangi tetap tinggi. Banyak di antara mereka mengaku bersyukur akhirnya dapat menuntaskan umrah wajib setelah menempuh perjalanan panjang dari daerah asal menuju Arab Saudi.

“Banyak jemaah merasa lega dan bahagia karena bisa menyelesaikan umrah wajib dengan baik. Ini menjadi momen yang sangat dinanti sejak lama,” tutur Muklis yang juga Wakil Sekretaris Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi.

Selain fokus pada pelaksanaan ibadah, para petugas dan pembimbing juga terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan jemaah secara berkala. Pendampingan dilakukan agar seluruh rangkaian ibadah haji berikutnya dapat dijalani dengan aman dan lancar.

Arus jemaah Indonesia di kawasan Masjidilharam diperkirakan masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring kedatangan kloter-kloter baru dari berbagai daerah di Indonesia. (*)

 

Editor : Ali Sodiqin
#Haji 2026 #umrah wajib #bus shalawat #masjidilharam #Jemaah Banyuwangi