Tangis Haru Jemaah Haji Banyuwangi Pecah Saat Tiba di Jeddah, Kloter 85 Langsung Jalani Umrah Wajib

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB
MENDARAT MULUS: Begitu turun dari tangga pesawat di Jeddah, jemaah kloter 85 banyak yang terharu. (Khoirul Muklis for Radar Banyuwangi)
MENDARAT MULUS: Begitu turun dari tangga pesawat di Jeddah, jemaah kloter 85 banyak yang terharu. (Khoirul Muklis for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Suasana haru menyelimuti rombongan calon jemaah haji (CJH) asal Banyuwangi yang tergabung dalam kloter 85 saat pesawat mulai mendarat mulus di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (14/5). Setelah menempuh penerbangan hampir 10 jam dari Indonesia, banyak jemaah tak kuasa menahan air mata karena akhirnya tiba di Tanah Suci dalam kondisi sehat.

Rombongan CJH Banyuwangi tiba tepat pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Seluruh proses penerbangan dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti sejak keberangkatan dari Indonesia.

CJH asal KBIHU Sabilillah Banyuwangi dari Rombongan 6, Yusi Teguh Ariefianto, mengatakan para jemaah bersyukur karena perjalanan panjang menuju Arab Saudi berlangsung sesuai jadwal.

“Alhamdulillah penerbangan lancar sesuai jadwal dan jemaah masih dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Ketua Rombongan 7 KBIHU Sabilillah Kloter 85, Akhmad Kholid Askandar, menjelaskan rombongan berangkat menuju Bandara King Abdul Aziz dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.20 WIB.

Menurut dia, sejak masih berada di asrama haji, para jemaah sudah mengenakan kain ihram karena memilih pelaksanaan haji tamattu, yakni mendahulukan ibadah umrah sebelum menjalankan puncak ibadah haji.

“Haji tamattu dipilih mayoritas jemaah Indonesia karena dinilai lebih ringan dan memberi kesempatan jamaah beristirahat setelah umrah sebelum memasuki puncak haji,” jelasnya.

Selama penerbangan menuju Arab Saudi, para jemaah juga melakukan pengambilan miqat atau niat ihram saat pesawat melintasi wilayah Yalamlam, salah satu titik miqat makani bagi jemaah asal Asia yang menuju Makkah.

Sejak mengucapkan niat ihram di atas pesawat, seluruh jemaah mulai terikat dengan sejumlah larangan ihram. Mereka tidak diperbolehkan memotong rambut maupun kuku, memakai wewangian, berburu, hingga mengenakan pakaian berjahit bagi jemaah laki-laki.

Selain itu, jemaah juga diminta menjaga perilaku dan ucapan selama dalam kondisi ihram agar ibadah tetap khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.

Setibanya di Makkah, jemaah kloter 85 dijadwalkan langsung melaksanakan umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian haji tamattu. Prosesi tersebut meliputi tawaf mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh putaran, sai antara Bukit Shafa dan Marwah, lalu ditutup dengan tahallul atau mencukur sebagian rambut.

Kholid menyebut seluruh jemaah sebelumnya telah mendapatkan pembekalan lengkap mengenai tata cara ihram dan pelaksanaan umrah wajib sebelum keberangkatan.

“Sejak dari asrama haji para jamaah sudah mengenakan kain ihram agar lebih siap saat pengambilan miqat di atas pesawat. Alhamdulillah jamaah juga sudah memahami larangan selama ihram,” katanya.

Sementara itu, Ketua Regu 3 Rombongan 6 KBIHU Sabilillah, Khoirul Muklis, mengungkapkan suasana emosional terasa ketika pesawat mulai menurunkan ketinggian menjelang mendarat di Jeddah.

Menurut dia, sejumlah jemaah terlihat menangis haru karena akhirnya bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci setelah penantian panjang.

“Banyak yang menangis terharu saat pesawat turun mulus di Jeddah. Alhamdulillah semua lancar dan sehat,” ujarnya.

Kedatangan jemaah Banyuwangi di Arab Saudi menjadi awal rangkaian panjang ibadah haji 2025. Petugas terus mengingatkan jemaah menjaga kesehatan dan stamina mengingat suhu di Arab Saudi mulai meningkat menjelang musim puncak haji. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
kloter 85 Banyuwangi haji tamattu Indonesia jemaah tiba di Jeddah umrah wajib haji 2025 jemaah haji banyuwangi