Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kumpulan Doa agar Bisa Haji dan Umrah ke Baitullah, Lengkap Arab dan Artinya

Ali Sodiqin • Kamis, 14 Mei 2026 | 08:00 WIB
Kumpulan doa agar bisa haji dan umrah ke Makkah lengkap Arab dan artinya. Ikhtiar batin memohon dipanggil ke Baitullah. (CHATGPT IMAGE)
Kumpulan doa agar bisa haji dan umrah ke Makkah lengkap Arab dan artinya. Ikhtiar batin memohon dipanggil ke Baitullah. (CHATGPT IMAGE)

RADARBANYUWANGI.ID – Ada satu kerinduan yang diam-diam tumbuh di hati banyak umat Islam: keinginan menatap Ka’bah secara langsung, melangkahkan kaki di pelataran Masjidil Haram, lalu menangis dalam sujud panjang di depan Baitullah. Kerinduan itu kadang hadir sederhana—saat mendengar talbiyah, melihat siaran haji di televisi, atau menyaksikan orang-orang berpakaian ihram berjalan menuju Tanah Suci.

Namun tak semua kerinduan bisa segera terwujud. Ada yang bertahun-tahun menabung biaya haji dan umrah, tetapi belum mendapat kesempatan berangkat. Ada pula yang secara fisik sehat, namun rezekinya belum benar-benar lapang. Sebaliknya, tak sedikit yang merasa tak pernah menyangka akhirnya dipanggil ke Makkah dan Madinah.

Bagi umat Islam, perjalanan haji dan umrah bukan sekadar agenda wisata religi atau persoalan kemampuan materi. Ibadah itu diyakini sebagai panggilan langsung dari Allah SWT kepada hamba yang dikehendaki-Nya.

Karena itulah, selain mempersiapkan tabungan, kesehatan, dan dokumen perjalanan, banyak Muslim juga memperkuat ikhtiar batin lewat doa-doa khusus agar dimudahkan menuju Tanah Suci. Doa menjadi bentuk harapan yang terus dipanjatkan di tengah penantian panjang.

Haji dan Umrah Diyakini sebagai Panggilan Allah

Dalam pandangan Islam, kemampuan berhaji memang berkaitan dengan kesiapan fisik dan finansial. Namun banyak ulama mengingatkan bahwa ada dimensi spiritual yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan logika manusia.

Tak sedikit kisah orang yang merasa mustahil berangkat, tetapi akhirnya dipermudah jalannya. Ada pula yang sudah berkecukupan, namun belum juga mendapat kesempatan.

Karena itu, doa diyakini menjadi salah satu ikhtiar penting. Bukan hanya meminta kelancaran biaya dan kesehatan, tetapi juga memohon agar Allah benar-benar menghadirkan panggilan menuju Baitullah.

Di antara doa yang paling sering diamalkan adalah doa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 128.

Doa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail agar Diberi Jalan Menuju Manasik

Doa ini memiliki makna sangat mendalam karena berisi permohonan agar diberi petunjuk dalam menjalankan manasik haji.

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Artinya:

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

Doa tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan kepasrahan total kepada Allah SWT.

Doa agar Segera Sampai ke Makkah dan Madinah

Selain doa Nabi Ibrahim AS, banyak umat Islam juga mengamalkan doa khusus agar segera dipertemukan dengan Kota Suci Makkah dan Madinah.

يَا رَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَكَّةَ مَدِينَةَ * وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الْكَرَمِ

Artinya:

“Wahai Rabb, dengan wasilah al-Musthofa (Nabi Muhammad) sampaikanlah (kami) ke Makkah dan Madinah, serta ampunilah dosa-dosa kami yang telah lalu, wahai Zat yang Maha Luas Kemuliaannya.”

Doa ini sederhana, namun menyimpan makna mendalam. Bukan hanya tentang harapan menuju Tanah Suci, tetapi juga keinginan membersihkan diri dari dosa dan kesalahan masa lalu.

Banyak jamaah mengaku doa semacam ini menjadi teman dalam setiap sujud dan dzikir mereka, terutama ketika kerinduan ke Baitullah semakin besar.

Doa Memohon Haji Mabrur

Tak hanya berharap bisa berangkat, umat Islam juga dianjurkan memohon agar ibadah hajinya kelak diterima Allah SWT dan menjadi haji mabrur.

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ وَالْعَرَفَةَ وَارْزُقْنَا الْحَجَّ الْمَبْرُورَ وَارْضَ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya:

“Ya Allah, sampaikanlah kami ke Kota Makkah dan Madinah serta Padang Arafah. Anugerahilah kami haji yang mabrur, semoga Engkau ridha kepada kami dan mengampuni dosa-dosa kami, rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau Penolong kami, tolonglah kami dari kaum yang kafir.”

Doa ini kerap dibaca oleh calon jamaah haji dan umrah karena memuat harapan yang lengkap: diberi kesempatan datang ke Tanah Suci, memperoleh ridha Allah, hingga mendapatkan ampunan dan rahmat-Nya.

Sholawat Hajjiyah, Menitipkan Kerinduan Lewat Pujian kepada Nabi

Selain doa-doa munajat, sebagian umat Islam juga mengamalkan Sholawat Hajjiyah. Sholawat ini diyakini sebagai bentuk harapan agar Allah memudahkan langkah menuju Baitullah dan makam Rasulullah SAW di Madinah.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ عَلَيْهِ أَفْضْلُ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ فِي لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ وَبُلُوْغِ الْمَرَامِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kami Muhammad dengan berkah sholawat yang dapat menyampaikan kami dengannya untuk berkunjung ke rumah-Mu yang mulia dan mengunjungi makam nabi-Mu, atasnya sholawat dan salam yang paling utama dalam kelembutan, sehat, selamat, dan tercapai cita-citanya, serta berkahilah dan salam untuk keluarganya dan sahabat-sahabatnya.”

Bagi sebagian Muslim, sholawat ini bukan sekadar rangkaian lafaz. Ia menjadi cara menitipkan kerinduan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Jalan ke Baitullah Tak Selalu Bisa Ditebak Manusia

Pada akhirnya, perjalanan menuju Tanah Suci memang tidak selalu bisa dihitung dengan logika manusia. Ada wilayah takdir yang sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.

Namun doa diyakini tak pernah sia-sia. Dalam setiap sujud dan harapan yang terus dipanjatkan, selalu ada kemungkinan pintu yang sebelumnya terasa jauh, tiba-tiba dibukakan.

Banyak orang berangkat ke Makkah dan Madinah bukan karena merasa paling mampu, tetapi karena Allah menghadirkan jalannya.

Dan bisa jadi, doa yang hari ini terus Anda panjatkan diam-diam sedang menjadi jalan menuju talbiyah yang suatu saat benar-benar Anda lafalkan di depan Ka’bah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#doa agar bisa haji #doa umrah ke makkah #doa ke baitullah #sholawat hajjiyah #doa haji mabrur