Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hampir Separuh CJH Banyuwangi Lansia, 503 Jemaah Berusia di Atas 65 Tahun Jadi Prioritas Pelayanan

M Ksatria Raya • Rabu, 13 Mei 2026 | 07:30 WIB
RISTI: Seorang CJH berusia lansia yang tergabung kloter 84 dan 85 menunggu keberangkatan di depan kantor KBIH Sabilillah, Selasa sore (12/5). (M Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)
RISTI: Seorang CJH berusia lansia yang tergabung kloter 84 dan 85 menunggu keberangkatan di depan kantor KBIH Sabilillah, Selasa sore (12/5). (M Ksatria Raya/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Ribuan calon jemaah haji (CJH) asal Banyuwangi yang diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini didominasi kalangan lanjut usia (lansia). Dari total 1.312 jemaah, sebanyak 503 orang tercatat berusia di atas 65 tahun dan masuk kategori prioritas pelayanan selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

Tingginya jumlah jemaah lansia membuat Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi menyiapkan pola pendampingan dan layanan khusus. Selain faktor usia, ratusan jemaah juga masuk kategori risiko tinggi (risti) berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.

Pelaksana Tugas Kepala Kemenag Banyuwangi Rif’an Junaidi mengatakan, jumlah jemaah lansia tahun ini tergolong cukup tinggi dibanding total keseluruhan CJH Banyuwangi.

“Dari total CJH Banyuwangi, angka lansia cukup lumayan banyak. Berdasarkan data statistik Dinas Kesehatan, ada 503 lansia di atas 65 tahun secara regulasi,” ujarnya.

Selain jemaah lansia, Kemenag juga mencatat sekitar 144 calon jemaah masuk kategori risiko tinggi. Mereka merupakan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu yang membutuhkan perhatian dan pengawasan lebih selama menjalankan ibadah haji.

Menurut Rif’an, kelompok jemaah risti akan mendapatkan fasilitas pelayanan prioritas agar ibadah tetap dapat dijalankan dengan aman dan nyaman.

“Jemaah kategori risti ini akan masuk dalam bagian jemaah haji prioritas yang mendapatkan fasilitasi layanan lebih dibanding jemaah lainnya,” katanya.

Program prioritas tersebut tidak hanya berlaku bagi jemaah risiko tinggi, tetapi juga mencakup lansia dan penyandang disabilitas. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skema pendampingan untuk membantu mereka menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Mulai dari pendampingan mobilitas, pengawasan kesehatan, hingga kemudahan akses layanan menjadi bagian dari perhatian khusus yang diberikan kepada jemaah prioritas.

“Program haji prioritas ini disiapkan supaya jemaah yang masuk kategori tersebut mempunyai kemudahan dalam menunaikan ibadahnya,” tambah Rif’an.

Dominasi jemaah lansia dalam keberangkatan haji Banyuwangi tahun ini juga terlihat saat prosesi pelepasan di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (12/5). Sebagian besar jemaah tampak menggunakan kursi roda dan mendapat pendampingan keluarga maupun petugas haji.

Kondisi tersebut membuat petugas haji diminta meningkatkan pengawasan, terutama terkait stamina dan kesehatan jemaah selama berada di Arab Saudi yang memiliki suhu ekstrem dan aktivitas ibadah cukup padat.

Kemenag Banyuwangi mengimbau seluruh jemaah, khususnya lansia dan risti, menjaga kondisi fisik, pola makan, serta disiplin mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah haji sekitar 40 hari di Tanah Suci.

Dengan tingginya jumlah lansia tahun ini, pelayanan kesehatan dan pendampingan menjadi salah satu fokus utama agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#CJH lansia Banyuwangi #jemaah haji risiko tinggi #haji Banyuwangi 2026 #pelayanan prioritas haji #kemenag banyuwangi