Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

CJH Banyuwangi Berangkat ke Tanah Suci, Jemaah Tertua 103 Tahun dan Termuda 18 Tahun Jadi Sorotan

Ali Sodiqin • Rabu, 13 Mei 2026 | 05:46 WIB
JEMAAH TERTUA: Ropingi (kiri), CJH asal Dusun Panjen 4 RT 3 RW 3, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu bersiap berangkat di kantor Pemkab Banyuwangi. (M Ksatria/Radar Banyuwangi)
JEMAAH TERTUA: Ropingi (kiri), CJH asal Dusun Panjen 4 RT 3 RW 3, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu bersiap berangkat di kantor Pemkab Banyuwangi. (M Ksatria/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Banyuwangi tahun ini menghadirkan kisah penuh haru dan inspirasi. Di tengah ribuan jemaah yang diberangkatkan menuju Tanah Suci, sosok Ropingi, 103, warga Kecamatan Sempu, menjadi perhatian karena tercatat sebagai jemaah tertua. Sementara itu, jemaah termuda adalah Jaffan Raditya, 18, asal Kecamatan Singojuruh.

Perbedaan usia hampir satu abad itu menjadi gambaran kuat tentang semangat masyarakat Banyuwangi dalam menunaikan rukun Islam kelima, dari generasi muda hingga lanjut usia.

Tahun ini, total sebanyak 1.312 CJH asal Banyuwangi diberangkatkan ke Arab Saudi. Seluruh jemaah dipastikan dalam kondisi sehat setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Banyuwangi Imam Mustakim mengatakan, jemaah tertua tahun ini adalah Ropingi yang telah berusia 103 tahun. Sedangkan jemaah termuda bernama Jaffan Raditya dengan usia 18 tahun.

“Tahun ini CJH asal Banyuwangi yang tertua adalah Ropingi usia 103 tahun, sedangkan yang termuda Jaffan Raditya usia 18 tahun,” ujarnya.

Menurut Imam, seluruh calon jemaah telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak untuk menjalani ibadah haji. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan para jemaah mampu menjalani rangkaian ibadah yang cukup menguras fisik di Tanah Suci.

“Kondisi kesehatan para jemaah sudah dipastikan melalui pemeriksaan. Harapannya seluruh ibadah berjalan lancar,” katanya.

Sosok Ropingi menjadi perhatian saat pelepasan jemaah di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin pagi (12/5). Warga Dusun Panjen 4 RT 3 RW 3, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu itu tampak didampingi keluarganya menuju bus keberangkatan kloter 83.

Meski usianya telah melewati satu abad, semangat Ropingi menjalankan ibadah haji tetap tinggi. Ia bahkan terlihat masih mampu berkomunikasi dengan baik saat ditemui sebelum keberangkatan.

Ropingi mengaku dirinya baru mendaftar haji beberapa tahun terakhir dan mendapatkan percepatan prioritas keberangkatan karena faktor usia.

“Daftar hajinya baru-baru ini, tahunnya lupa karena dapat percepatan prioritas,” ujarnya singkat.

Bagi Ropingi, kesempatan menunaikan ibadah haji di usia senja merupakan impian besar yang akhirnya terwujud. Selama ini, ia mengaku lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah di rumah.

“Sekarang saya ingin ibadah haji, di rumah juga ibadah terus,” katanya.

Sementara itu, keberangkatan Jaffan Raditya yang masih berusia 18 tahun juga menjadi perhatian tersendiri. Di usia yang masih sangat muda, warga Dusun Gentengah RT 4 RW 3, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh itu sudah mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji bersama keluarga.

Keberangkatan jemaah dari rentang usia sangat muda hingga lanjut usia menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat Banyuwangi untuk berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah daerah bersama Kemenag juga memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan aman dan tertib.

Ribuan CJH Banyuwangi dijadwalkan berangkat secara bertahap sesuai pembagian kloter menuju embarkasi sebelum diterbangkan ke Arab Saudi. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#CJH Banyuwangi 2026 #keberangkatan haji Banyuwangi #jemaah haji tertua Banyuwangi #Ropingi 103 tahun #jemaah haji termuda 18 tahun