RADARBANYUWANGI.ID – Pelaksanaan administrasi haji tahun ini menghadirkan perubahan penting bagi Calon Jemaah Haji (CJH) asal Banyuwangi. Jika pada musim haji sebelumnya kartu nusuk baru diterima setelah jemaah tiba di Arab Saudi, kini kartu identitas wajib tersebut dibagikan lebih awal saat jemaah berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Perubahan mekanisme itu dinilai akan mempermudah proses pelayanan dan mempercepat akses jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Selain itu, distribusi lebih awal juga diharapkan mampu meminimalkan kendala administrasi saat jemaah memasuki kawasan suci di Arab Saudi.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banyuwangi Imam Mustakim mengatakan, perubahan penyerahan kartu nusuk menjadi salah satu perbedaan utama dalam pelaksanaan administrasi haji tahun ini dibanding musim haji sebelumnya.
“Yang berbeda administrasi naik haji tahun ini dibandingkan tahun kemarin adalah penyerahan kartu nusuk untuk para CJH. Tahun ini kartu tersebut diberikan ketika berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sebelumnya kartu tersebut baru diserahkan kepada jemaah ketika tiba di embarkasi Arab Saudi,” ujarnya.
Kartu nusuk merupakan identitas resmi yang wajib dimiliki seluruh jemaah haji selama berada di Arab Saudi. Kartu tersebut diterbitkan langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam bentuk digital maupun fisik.
Keberadaan kartu nusuk menjadi sangat penting karena berfungsi sebagai identitas utama sekaligus akses layanan resmi bagi jemaah selama menjalani seluruh rangkaian ibadah haji.
Selain memuat data pribadi jemaah, kartu nusuk juga digunakan untuk memverifikasi legalitas dan keabsahan status haji seseorang. Tanpa kartu tersebut, jemaah berpotensi mengalami kendala saat mengakses sejumlah area penting selama pelaksanaan ibadah haji.
Imam menjelaskan, kartu nusuk digunakan sebagai syarat akses masuk ke kawasan suci dan lokasi puncak haji seperti Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga Masjidil Haram di Makkah.
Karena itu, seluruh CJH Banyuwangi diwajibkan membawa kartu tersebut selama berada di Tanah Suci. Pemerintah Arab Saudi juga menerapkan pengawasan ketat terhadap penggunaan kartu nusuk untuk memastikan seluruh jemaah yang mengikuti ibadah haji telah terdaftar resmi.
“Kartu nusuk wajib dibawa seluruh jemaah Banyuwangi selama menunaikan ibadah haji. Kartu ini diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk memverifikasi data jemaah,” tegas Imam.
Menurut dia, pembagian kartu nusuk sejak di Asrama Haji Sukolilo akan memberi keuntungan bagi jemaah karena mereka dapat lebih awal memahami fungsi dan penggunaan kartu tersebut sebelum tiba di Arab Saudi.
Selain itu, petugas haji juga memiliki waktu lebih longgar untuk melakukan pengecekan data apabila ditemukan kendala administrasi sebelum keberangkatan internasional dilakukan.
Pemerintah terus melakukan penyesuaian sistem pelayanan haji seiring meningkatnya digitalisasi layanan di Arab Saudi. Kartu nusuk kini menjadi salah satu dokumen paling penting yang wajib dimiliki setiap jemaah selama menjalankan ibadah haji.
Dengan kebijakan baru tersebut, proses pelayanan CJH Banyuwangi diharapkan berjalan lebih tertib, cepat, dan aman sehingga para jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah di Tanah Suci tanpa terkendala persoalan administrasi. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin