Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Koper Haji Mulai Dikumpulkan, CJH Banyuwangi Kini Terima Tiga Kartu Identitas Sejak dari Daerah

M Ksatria Raya • Minggu, 10 Mei 2026 | 11:00 WIB
Calon jemaah haji mengumpulkan koper haji di Kantor Kemenhaj Banyuwangi, Sabtu (9/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Calon jemaah haji mengumpulkan koper haji di Kantor Kemenhaj Banyuwangi, Sabtu (9/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Calon jemaah haji (CJH) asal Banyuwangi mulai memasuki tahapan akhir menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Sabtu (9/5), ratusan jemaah tampak memadati kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Banyuwangi untuk menyerahkan koper besar yang akan diberangkatkan lebih dulu menuju embarkasi.

Suasana haru mulai terasa di antara para jemaah. Penyerahan koper menjadi penanda bahwa keberangkatan haji tinggal menghitung hari. Tahun ini, ada hal baru yang diterapkan panitia. Jemaah menerima tiga kartu identitas berwarna merah putih sejak masih berada di daerah.

Kartu tersebut masing-masing digunakan sebagai penanda koper besar, koper kecil, serta kartu identitas yang wajib dibawa selama perjalanan ibadah haji. Sebelumnya, kartu penanda tersebut biasanya baru diterima saat jemaah masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Sejak pagi, jemaah berdatangan membawa koper besar yang nantinya masuk bagasi pesawat. Petugas melakukan pemeriksaan identitas sekaligus memastikan koper telah diberi tanda sesuai ketentuan embarkasi.

Pengumpulan koper dilakukan selama dua hari, yakni 9–10 Mei 2026. Proses tersebut diperuntukkan bagi jemaah yang tergabung dalam kloter 82, 83, 84, dan 85.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenhaj Banyuwangi Imam Mustakim mengatakan, jadwal pengumpulan koper merupakan hasil rapat koordinasi bersama Pemkab Banyuwangi dan Tim Pemberangkatan Jemaah Haji.

“Untuk pengumpulan koper jemaah haji kloter 83, 84, dan 85 dilaksanakan pada Sabtu (9/5) dan Minggu (10/5) di Kantor Kemenhaj Banyuwangi mulai pukul 08.00 hingga 16.00,” ujarnya.

Imam menjelaskan, khusus CJH Banyuwangi yang tergabung dalam kloter 82, lokasi pengumpulan koper berbeda dibanding kloter lainnya.

“Berbeda dari kloter lainnya, koper kloter 82 dikumpulkan di KBIHU Mabrur Multazam, Kecamatan Gambiran pada Sabtu (9/5) pukul 08.00 hingga 16.00,” katanya.

Dia berharap seluruh jemaah mematuhi jadwal pengumpulan koper yang telah ditentukan agar proses pemberangkatan berjalan lancar. Selain itu, jemaah diminta memastikan seluruh barang bawaan sesuai ketentuan sebelum koper diserahkan kepada petugas.

Panitia juga mengingatkan sejumlah aturan penting terkait barang bawaan jemaah. Berat koper besar dibatasi maksimal 32 kilogram. Jemaah dilarang membawa cairan, aerosol, dan gel lebih dari 100 mililiter di dalam tas kabin.

Selain itu, barang yang mudah meledak atau terbakar juga tidak diperbolehkan dibawa. Powerbank dilarang dimasukkan ke koper besar dan wajib dibawa di tas kabin atau tas tenteng. Air zamzam juga tidak boleh dimasukkan ke koper besar dalam bentuk apa pun.

Petugas mengimbau koper yang dikumpulkan dalam kondisi terkunci dan disarankan menggunakan gembok standar TSA. Dokumen penting seperti paspor, SPMA, buku kesehatan, hingga obat-obatan rutin diminta tidak disimpan di koper besar.

Semua dokumen tersebut wajib dibawa di tas kabin yang selalu berada bersama jemaah selama perjalanan.

Setelah koper diserahkan, jemaah harus melalui proses penimbangan dan pencatatan oleh petugas logistik sebelum menerima tanda terima setor koper.

“Keterlambatan pengumpulan koper dapat menghambat proses manifes dan pengiriman koper ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya,” tegas Imam.

Salah seorang CJH kloter 85, Yusi Teguh Ariefianto, mengaku telah menyiapkan seluruh kebutuhan untuk dibawa ke Tanah Suci. Mulai pakaian, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan pribadi lain telah dimasukkan ke koper sesuai ketentuan panitia.

“Semua sudah disiapkan sesuai aturan. Barang bawaan juga disesuaikan agar tidak melebihi batas yang ditentukan,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Hadi Sani. Dia mengatakan, waktu keberangkatan menuju Tanah Suci tinggal beberapa hari lagi, yakni pada 12 Mei 2026. Karena itu, seluruh persiapan mulai dimatangkan, termasuk pengumpulan koper besar.

Menurut dia, suasana emosional mulai terasa ketika koper diserahkan kepada petugas. Momen tersebut menjadi tanda bahwa penantian panjang untuk menunaikan ibadah haji akhirnya segera terwujud.

“Rasanya terharu karena sudah lama menunggu. Semoga perjalanan haji nanti diberi kelancaran dan kesehatan sampai pulang kembali,” ujarnya. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#koper haji Banyuwangi #CJH Banyuwangi 2026 #keberangkatan haji Banyuwangi #kartu identitas jemaah haji #Kemenhaj Banyuwangi