RADARBANYUWANGI.ID – Komposisi unik terjadi dalam pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Banyuwangi tahun ini. Dari total 1.310 jemaah, satu kloter hanya diisi delapan orang karena merupakan jemaah cadangan yang digabung dengan daerah lain.
Kloter tersebut adalah kloter 71, yang akan berangkat bersama jemaah dari Bali, Sidoarjo, dan Jember.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenhaj Banyuwangi, Imam Mustakim, menjelaskan bahwa total CJH Banyuwangi tahun ini terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter).
Lima Kloter, Komposisi Berbeda
Menurut Imam, kelima kloter tersebut adalah kloter 71, 82, 83, 84, dan 85 dengan jumlah jemaah yang bervariasi.
Rinciannya:
-
Kloter 71: 8 jemaah
-
Kloter 82: 376 jemaah
-
Kloter 83: 376 jemaah
-
Kloter 84: 374 jemaah
-
Kloter 85: 176 jemaah
“Total ada 1.310 CJH Banyuwangi yang terbagi dalam lima kloter dengan jumlah yang tidak sama,” ujarnya.
Kloter 71 Khusus Jemaah Cadangan
Jumlah yang sangat minim pada kloter 71 bukan tanpa alasan. Kloter ini diperuntukkan bagi jemaah cadangan yang akan mengisi kekosongan apabila ada peserta utama yang batal berangkat.
“Kloter 71 berisi jemaah cadangan dari Banyuwangi yang digabung dengan CJH dari Bali, Sidoarjo, dan Jember,” jelas Imam.
Skema ini menjadi bagian dari mekanisme nasional untuk memastikan kuota haji tetap terpenuhi secara optimal.
Bisa Berubah Hingga Hari H
Meski jadwal keberangkatan telah disusun, jumlah pasti jemaah yang berangkat masih bersifat dinamis hingga hari pemberangkatan.
Perubahan bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan jemaah atau kendala administratif lainnya.
“Jika ada CJH yang batal berangkat, maka akan digantikan oleh jemaah cadangan,” tegas Imam.
Antisipasi dan Kesiapan Jemaah
Dengan jumlah ribuan jemaah, pemerintah daerah bersama Kementerian terkait terus melakukan persiapan, mulai dari administrasi, kesehatan, hingga teknis keberangkatan.
Keberadaan jemaah cadangan dinilai krusial untuk menjaga kelancaran proses pemberangkatan serta memastikan tidak ada kuota yang terbuang.
Momentum Ibadah dan Pengabdian
Pemberangkatan CJH menjadi momen penting bagi masyarakat Banyuwangi setiap tahunnya. Selain sebagai ibadah, keberangkatan haji juga menjadi simbol kesiapan spiritual dan sosial para jemaah.
Dengan komposisi kloter yang telah ditetapkan, seluruh CJH diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
Skema kloter cadangan seperti pada kloter 71 menunjukkan bahwa manajemen haji kini semakin adaptif dan terukur, demi memastikan setiap kursi keberangkatan terisi optimal tanpa mengorbankan kesiapan jemaah. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin