RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah memastikan distribusi dan aktivasi Kartu Nusuk bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026 telah siap dilakukan sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Kepastian ini diperoleh setelah simulasi distribusi yang menunjukkan seluruh alur berjalan efektif tanpa kendala berarti.
Simulasi tersebut digelar oleh Syarikah Rakeen pada Minggu (12/4/2026) sebagai bagian dari rangkaian persiapan operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan Komisi VIII DPR RI serta jajaran pimpinan Syarikah Rakeen, termasuk Amin Indragriri dan Jauhara.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah, Ian Heriyawan, menegaskan bahwa kesiapan distribusi Kartu Nusuk menjadi faktor krusial untuk mendukung kelancaran pelayanan jemaah setibanya di Tanah Suci.
“Kita ingin memastikan Kartu Nusuk sudah diterima dan aktif sebelum jemaah tiba di Arab Saudi, sehingga mereka bisa langsung mengakses berbagai layanan tanpa hambatan,” ujarnya, dikutip dari laman himpuh.or.id.
Menurut Ian, kesiapan administrasi sejak awal sangat penting untuk menghindari potensi kendala di lapangan, terutama yang berkaitan dengan akses layanan dasar selama pelaksanaan ibadah haji.
Ia menegaskan, tidak boleh ada jemaah yang mengalami kesulitan akibat kartu yang belum aktif saat tiba di Arab Saudi. Seluruh proses distribusi dan aktivasi harus sudah rampung sebelum keberangkatan.
“Hasil yang kita harapkan adalah tidak ada jemaah yang tertahan atau mengalami kesulitan karena kartu belum aktif. Semua harus sudah siap sejak awal,” tegasnya.
Dari hasil simulasi yang dilakukan, pemerintah menilai alur distribusi hingga proses aktivasi kartu telah berjalan optimal dan siap diterapkan dalam pelaksanaan haji tahun ini.
“Dari simulasi ini, kita bisa memastikan bahwa alur distribusi dan aktivasi sudah berjalan dengan baik dan siap diimplementasikan pada operasional haji nanti,” jelas Ian.
Kartu Nusuk sendiri memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran layanan jemaah selama berada di Arab Saudi. Kartu ini menjadi identitas digital yang terintegrasi dengan berbagai layanan, mulai dari akses akomodasi, transportasi, hingga pengaturan mobilitas jemaah.
“Dengan kartu yang sudah aktif, jemaah bisa lebih mudah mengakses layanan, mobilitas lebih teratur, dan pengawasan juga lebih optimal,” tambahnya.
Selain itu, penggunaan Kartu Nusuk juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan serta meminimalisir potensi penumpukan jemaah di titik-titik tertentu selama pelaksanaan ibadah.
Ian turut mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam memastikan kesiapan distribusi kartu tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, DPR, dan mitra layanan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadirkan pelayanan haji yang lebih baik.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, DPR, dan mitra layanan menjadi kunci agar seluruh proses ini berjalan lancar,” pungkasnya.
Dengan kesiapan distribusi dan aktivasi Kartu Nusuk ini, pemerintah optimistis jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih tertib, aman, dan nyaman sejak tiba di Tanah Suci, sekaligus meningkatkan kualitas layanan haji secara keseluruhan. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : HIMPUH