CJH Banyuwangi Dibagi 4 Kloter, Kemenag Siapkan Jemaah Cadangan Antisipasi Gagal Berangkat

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 10:46 WIB
PRAKTIK: Jemaah haji KBIHU Sabilillah Banyuwangi melaksanakan manasik di Lapangan Kecamatan Giri, Minggu (12/4). Taghun ini CJH Banyuwangi terbagi dalam kloter 82, 83, 84, dan 85. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PRAKTIK: Jemaah haji KBIHU Sabilillah Banyuwangi melaksanakan manasik di Lapangan Kecamatan Giri, Minggu (12/4). Taghun ini CJH Banyuwangi terbagi dalam kloter 82, 83, 84, dan 85. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Banyuwangi tahun ini dipastikan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Pemerintah melalui Kementerian Agama setempat terus mematangkan berbagai persiapan, termasuk menyiapkan jemaah cadangan guna mengantisipasi kemungkinan adanya calon jemaah yang berhalangan berangkat.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Banyuwangi, Imam Mustahil, menjelaskan bahwa CJH Banyuwangi akan diberangkatkan dalam empat kloter, yakni kloter 82, 83, 84, dan 85.

“Untuk CJH Banyuwangi yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini terbagi menjadi empat kloter, yaitu 82, 83, 84, dan 85,” ujarnya.

Pembagian kloter ini dilakukan sebagai bagian dari mekanisme nasional dalam penyelenggaraan ibadah haji, mengingat jumlah calon jemaah yang cukup besar dan terbatasnya kuota keberangkatan setiap tahunnya.

Berdasarkan data Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), jumlah CJH di Banyuwangi tercatat mencapai 43.842 orang. Namun, tidak seluruhnya dapat diberangkatkan dalam satu waktu, sehingga proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai kuota yang tersedia dari pemerintah pusat.

Untuk memastikan keberangkatan tetap optimal, Kemenag Banyuwangi juga menyiapkan jemaah cadangan. Jemaah ini berfungsi sebagai pengganti apabila terdapat jemaah utama yang menunda atau gagal berangkat karena berbagai alasan, seperti kondisi kesehatan atau kendala administrasi.

“Jemaah cadangan prinsipnya menunggu kuota kosong. Kalau ada jemaah yang menunda ataupun gagal berangkat, maka jemaah cadangan akan naik sesuai kebutuhan dan urutan porsinya,” jelas Imam.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada sejumlah jemaah cadangan yang ditetapkan untuk menggantikan jemaah utama yang berhalangan. Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan rekapitulasi dari Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

“Sudah ada penetapan jemaah cadangan yang naik, karena ada CJH yang berhalangan dan tidak bisa berangkat,” imbuhnya.

Meski demikian, kemungkinan perubahan daftar jemaah masih bisa terjadi hingga mendekati jadwal keberangkatan. Hal ini karena kondisi masing-masing jemaah dapat berubah sewaktu-waktu.

Menurut Imam, pihaknya terus memantau perkembangan terbaru untuk memastikan seluruh kuota keberangkatan dapat terisi secara maksimal.

“Biasanya perubahan bisa terjadi menjelang keberangkatan, tergantung kondisi jemaah. Kami terus melakukan pemantauan,” katanya.

Dengan adanya sistem kloter dan jemaah cadangan ini, diharapkan proses pemberangkatan CJH Banyuwangi dapat berjalan lancar dan seluruh kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, Kemenag Banyuwangi juga terus mengimbau para calon jemaah untuk menjaga kesehatan serta melengkapi seluruh persyaratan administrasi agar tidak mengalami kendala saat jadwal keberangkatan tiba. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
kloter haji 2026 jemaah cadangan haji CJH Banyuwangi kemenag banyuwangi keberangkatan haji