Manasik Haji 2026 Banyuwangi Capai Puncak, CJH KBIHU Sabilillah Praktik Langsung Bersama Petugas Kloter 85

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 06:00 WIB
LATIHAN: Jemaah haji KBIHU Sabilillah Banyuwangi saat praktik haji di Lapangan Kecamatan Giri, Minggu (12/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
LATIHAN: Jemaah haji KBIHU Sabilillah Banyuwangi saat praktik haji di Lapangan Kecamatan Giri, Minggu (12/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Puncak rangkaian manasik haji 2026 yang digelar KBIHU Sabilillah Banyuwangi berlangsung khidmat di Lapangan Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (12/4).

Kegiatan ini menjadi penutup dari proses pembinaan intensif bagi calon jemaah haji (CJH) sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah. Selama kegiatan, para jemaah tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga melakukan praktik langsung rangkaian ibadah haji.

Ketua KBIHU Sabilillah Banyuwangi, KH M Faisholi Harun, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian manasik berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan.

“Manasik ini bukan sekadar pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum memperkuat niat, kesabaran, kebersamaan, serta kesiapan mental dan spiritual jemaah,” ujarnya.

Selama 11 kali pertemuan, para calon jemaah telah dibekali berbagai materi keilmuan, bimbingan ibadah, serta simulasi praktik haji secara menyeluruh. Menurutnya, keberhasilan meraih haji mabrur tidak hanya ditentukan oleh pemahaman teori, tetapi juga keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah.

Ia pun mengajak seluruh jemaah untuk menjaga semangat ibadah, memperbanyak doa, serta saling mengingatkan dalam kebaikan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Dalam kegiatan puncak tersebut, turut dihadirkan petugas Kloter SUB 85 yang akan mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Ketua Kloter SUB 85, Dr H Taufik Siraj, menjelaskan bahwa kloter tersebut terdiri dari jemaah asal Banyuwangi dan Bondowoso.

Ia menilai kesiapan jemaah cukup baik setelah mengikuti rangkaian manasik yang intensif.

“Kami optimistis jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, asalkan tetap menjaga kekompakan dan mematuhi arahan petugas selama di Tanah Suci,” kata dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Pendampingan ibadah juga diperkuat oleh Dr H Abdullah Sattar yang menekankan pentingnya menjalankan setiap rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat. Ia menyebut manasik sebagai bekal utama agar jemaah dapat beribadah secara benar, tertib, dan khusyuk.

Selain aspek ibadah, kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian serius. Tenaga kesehatan, Roshy Damayanti, mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji yang dikenal cukup menguras tenaga.

“Kami mengimbau jemaah menjaga pola makan, istirahat cukup, dan tidak memaksakan diri agar tetap prima saat menjalankan ibadah,” ujarnya.

Dengan berakhirnya rangkaian manasik ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji asal Banyuwangi semakin siap, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, dalam menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan lembaga pembimbing dalam mempersiapkan jemaah agar mampu menjalankan ibadah haji secara optimal dan meraih predikat haji mabrur. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
CJH 2026 kloter 85 haji praktik haji manasik haji Banyuwangi kbihu sabilillah