RADARBANYUWANGI.ID – Puncak rangkaian manasik haji 2026 yang digelar KBIHU Sabilillah Banyuwangi berlangsung khidmat di Lapangan Giri, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini menjadi penutup dari proses pembinaan intensif bagi calon jamaah haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
11 Kali Pertemuan Bekali Jamaah Secara Menyeluruh
Ketua KBIHU Sabilillah Banyuwangi, KH M Faisholi Harun, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian manasik berjalan lancar, tertib, dan penuh keberkahan.
Selama 11 kali pertemuan, para jamaah telah mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari materi keilmuan, bimbingan ibadah, hingga praktik langsung.
“Manasik ini bukan sekadar pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum memperkuat niat, kesabaran, kebersamaan, serta kesiapan mental dan spiritual jamaah,” ujarnya.
Tekankan Keikhlasan dan Kedisiplinan
Faisholi menegaskan bahwa keberhasilan meraih haji mabrur tidak hanya ditentukan oleh pemahaman teori, tetapi juga sikap dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah.
Ia mengingatkan jamaah untuk menjaga keikhlasan, kedisiplinan, serta terus memperbanyak doa selama menjalankan ibadah haji.
“Jamaah harus saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjaga semangat ibadah,” tambahnya.
Kloter SUB 85 Siap Berangkat
Sementara itu, Ketua Kloter SUB 85, Taufik Siraj, menjelaskan bahwa kloter tersebut terdiri dari jamaah asal Banyuwangi dan Bondowoso.
Ia menilai kesiapan jamaah sudah cukup baik setelah mengikuti seluruh rangkaian manasik.
“Kami optimistis jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, asalkan menjaga kekompakan dan mematuhi arahan petugas,” jelasnya.
Pendampingan Ibadah Diperkuat
Pendampingan ibadah dalam manasik ini juga diperkuat oleh Abdullah Sattar yang menekankan pentingnya menjalankan setiap rangkaian ibadah sesuai tuntunan syariat.
Menurutnya, manasik menjadi bekal utama agar jamaah mampu melaksanakan ibadah haji dengan benar, tertib, dan khusyuk.
Kesehatan Jamaah Jadi Perhatian
Selain aspek ibadah, faktor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Roshy Damayanti mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah.
“Kami mengimbau jamaah menjaga pola makan, cukup istirahat, dan tidak memaksakan diri,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kondisi fisik yang prima sangat penting agar jamaah dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji dengan optimal.
Persiapan Menuju Tanah Suci
Dengan berakhirnya rangkaian manasik ini, para jamaah diharapkan telah siap secara menyeluruh, baik dari sisi spiritual, mental, maupun fisik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan antarjamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Harapan Raih Haji Mabrur
Seluruh pihak berharap para jamaah yang telah mengikuti manasik dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Manasik haji ini menjadi bukti keseriusan pembinaan yang dilakukan KBIHU dalam mempersiapkan jamaah agar mampu menjalankan ibadah dengan baik dan sesuai tuntunan. (*)
Editor : Ali Sodiqin