Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gara-gara Pembagian Kartu Nusuk Belum Merata, CJH Banyuwangi Lebih Lama Tinggal di Madinah

Syaifuddin Mahmud • Selasa, 20 Mei 2025 | 12:05 WIB
WAJIB DIMILIKI JEMAAH: Ketua Kafilah KBIHU Sabilillah Sudarsono (tengah) bersama jemaah lain menunjukkan kartu nusuk, Senin (19/5).
WAJIB DIMILIKI JEMAAH: Ketua Kafilah KBIHU Sabilillah Sudarsono (tengah) bersama jemaah lain menunjukkan kartu nusuk, Senin (19/5).

RADARBANYUWANGI.ID – Seluruh calon jemaah haji (CJH) asal Banyuwangi sudah berada di Madinah sejak Kamis dini hari (15/5).

Mereka melakukan serangkaian ibadah salat Arbain di Masjid Nabawi, lalu dilanjutkan city tour ke sejumlah tempat bersejarah di Madinah. Kondisi kesehatan seluruh jemaah dilaporkan sehat. 

Sebagai bagian dari gelombang pertama keberangkatan haji, jemaah dijadwalkan melaksanakan ibadah selama beberapa hari di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Namun, proses ibadah ini mengalami kendala menyusul keterlambatan distribusi kartu nusuk, yaitu dokumen penting yang wajib dimiliki setiap jemaah untuk mengakses layanan haji di Arab Saudi.

Hingga Senin (19/5), baru sebagian kecil jemaah yang menerima kartu tersebut.

Ketua Kloter 44 Abdul Wahid mengatakan, pada Senin (15/5) lalu sebagian jemaah dari KBIHU Sabilillah Banyuwangi mulai menerima kartu nusuk dari pihak Syarikah.

”Hari ini Syarikah menerbitkan kartu nusuk, dan kebetulan giliran pertama jemaah KBIHU Sabilillah. Meski demikian, belum semua jemaah dari kelompok ini mendapatkannya,” ujarnya.

Pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa distribusi akan dituntaskan dalam dua hingga tiga hari ke depan.

”Insya Allah dalam dua sampai tiga hari seluruh kartu akan selesai. Kami berharap tidak ada lagi kendala,” imbuh Wahid.

Dampak dari keterlambatan ini adalah kemungkinan masa tinggal jemaah di Madinah jadi lebih lama.

”Bisa jadi kami berada di Madinah selama tujuh, delapan, bahkan bisa sembilan hari. Belum ada kepastian berapa hari kami tinggal di Madinah. Kami menunggu distribusi kartu nusuk selesai,” jelas Wahid.

Salah satu jemaah, KH Mursyidi mengaku masih belum mendapatkan kartu nusuk. Dia berharap segera ada kejelasan.

Apalagi, jemaah KBIHU Sabilillah sudah bersiap ziarah ke Jabal Magnet.

Berhubung  pemberitahuannya mendadak pagi itu, maka ziarah ke Jabal Magnet dibatalkan. Padahal, jemaah sudah berada di lobi hotel dan hendak naik ke dalam bus.

”Saya belum dapat kartu nusuk. Semoga cepat selesai, biar kita bisa lanjut ibadah dengan tenang,” ujar pembimbing KBIHU Sabilillah ini.

Pihak kloter berharap dukungan dan doa dari keluarga di tanah air agar proses haji tahun ini berjalan lancar dan seluruh jemaah dalam kondisi sehat hingga puncak haji nanti. (sidrotul muntoha/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kartu Nusuk #madinah #jemaah haji #banyuwangi