RADARBANYUWANGI.ID - Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kabar duka kembali menyelimuti penyelenggaraan Ibadah Haji 2025.
Seorang jamaah haji asal Kediri, Inten Retno Wati, 56 tahun, dari kloter 5 Kabupaten Kediri, telah wafat di Kota Makkah pada Rabu (14/5) pukul 13.50 Waktu Arab Saudi (WAS).
Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo, di Asrama Haji Sukolilo pada Kamis (16/5).
Dari informasi yang dihimpun, Inten meninggal dunia akibat syok sepsis dan kegagalan multiorgan.
Warga Desa Wonojoyo, Gurah, Kediri, ini sempat dilarikan ke Saudi National Hospital, namun nyawanya tidak tertolong.
Kepergian Inten meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
"InsyaAllah almarhumah husnul khotimah karena wafat di tempat terbaik umat muslim, ketika sedang proses menunaikan ibadah haji,” ungkap Sugiyo.
Lebih lanjut, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Timur menyatakan bahwa dengan wafatnya Inten, total ada empat jamaah haji dari Embarkasi Surabaya yang telah meninggal dunia.
Sebelumnya, Isdiyono Taslim Atmo, 60 tahun, jamaah haji kloter 3 asal Tulungagung, meninggal di RSUD Haji Surabaya pada Minggu (4/5) karena TBC.
Dua hari setelahnya, Nur Fadilah, 45 tahun, jamaah haji kloter 20 asal Sidoarjo, wafat di dalam pesawat saat menuju Tanah Suci Madinah pada Selasa (6/5) dengan riwayat diabetes dan darah tinggi.
Selain itu, Supatmi Supriadi Maulana, jamaah haji kloter 29 asal Kabupaten Bangkalan, juga meninggal sebelum menginjakkan kaki di tanah suci, tepatnya di RSUD Haji Surabaya pada Sabtu (10/5).
“Dua jamaah wafat di asrama haji, satu jamaah di pesawat menuju Madinah, dan satu lagi di Makkah,” tutup Sugiyo.
Keluarga dan kerabat diharapkan dapat bersabar dan menerima takdir ini dengan lapang dada. (*)
Editor : Ali Sodiqin