Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Berteriak-Teriak Minta Pulang, Jamaah Haji Asal Jember Akhirnya Batal Berangkat ke Tanah Suci Mekkah

Ali Sodiqin • Rabu, 14 Mei 2025 | 16:11 WIB
CJH asal Jember Achmad Sadin Bachtiar akhirnya batal berangkat karena mengalami demensia. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
CJH asal Jember Achmad Sadin Bachtiar akhirnya batal berangkat karena mengalami demensia. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADARBANYUWANGI.ID – Kejadian mengejutkan terjadi di Asrama Embarkasi Surabaya pada Sabtu (10/5).

Achmad Sadin Bachtiar, seorang jamaah haji berusia 90 tahun asal Jember, tiba-tiba memberontak dan berlari keluar asrama sambil berteriak ingin pulang ke kampung halamannya di Tempurejo, Jember.

Setelah berhasil ditenangkan oleh petugas, Sadin dirujuk ke Rumah Sakit Menur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Sadin dinyatakan tidak layak terbang karena kondisi psikologisnya yang belum stabil.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya kemudian memutuskan untuk membatalkan keberangkatan Sadin lantaran demensia yang dialaminya.

"Untuk jamaah demensia kita pulangkan karena sesuai dengan rekomendasi kesehatan dan kesepakatan dengan keluarga," tutur Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar, pada Selasa (13/5).

Dari sisi kewajiban secara hukum Islam, Sruji menjelaskan bahwa Sadin juga tidak memenuhi syarat untuk menunaikan ibadah haji. Sadin, bersama istri dan anaknya, dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (11/5).

Namun, akibat demensia yang dideritanya, istri Sadin, Jumanti, turut mendampingi dan tidak jadi berangkat haji. Sementara itu, sang anak tetap berangkat dan saat ini sudah berada di Tanah Suci.

"Untuk istrinya yang mendampingi tidak berangkat, jadi insyaallah batal berangkat," imbuh Sruji, yang juga menjabat sebagai Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.

Sruji juga mengingatkan jamaah haji agar mempersiapkan diri sebaik mungkin demi kelancaran ibadah, terutama mengingat suhu di Madinah mencapai 40° Celsius dan di Makkah bisa lebih panas hingga 43° Celsius.

"Saya mengimbau kepada jamaah untuk tidak memforsir karena pelaksanaan haji masih panjang, masih 5 Juni mendatang. Tentu saya berharap jamaah untuk menjaga kesehatan," tukas Sruji.

Keputusan untuk membatalkan keberangkatan Sadin menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan jamaah haji, terutama bagi mereka yang berusia lanjut atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#cjh #berteriak #embarkasi surabaya #batal berangkat haji #demensia #minta pulang #jemaah haji #jember #90 tahun