Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lupa Beri Makan Sapi, Dua Jamaah Haji Asal Jember Histeris Minta Pulang

Ali Sodiqin • Selasa, 13 Mei 2025 | 16:58 WIB
Enjo Endin Parmo, 70 tahun, jamaah asal Jenggawah, Kabupaten Jember, mengalami demensia dan tiba-tiba ingin pulang karena lupa memberi makan sapi peliharaannya. (Humas PPIH Embarkasi Surabaya)
Enjo Endin Parmo, 70 tahun, jamaah asal Jenggawah, Kabupaten Jember, mengalami demensia dan tiba-tiba ingin pulang karena lupa memberi makan sapi peliharaannya. (Humas PPIH Embarkasi Surabaya)

RADARBANYUWANGI.ID - Suasana di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) mendadak gempar ketika Achmad Sadin tiba-tiba keluar asrama sambil berteriak ingin pulang ke kampung halamannya di Tempurejo, Jember.

Gejala serupa juga dialami oleh Enjo Endin Parmo, yang ingin pulang ke Jenggawah, Jember, karena teringat belum memberi makan sapinya dan berniat mencari rumput untuk pakan ternak tersebut.

"Benar ada dua jamaah lansia yang demensia. Satu orang sekarang dirawat di RS Menur, satunya lagi masih kami tangani di Klinik Asrama Haji," tutur Mochamad Gesta Robi Farmawan, Katim Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, pada Minggu (11/5).

Kedua jamaah haji lanjut usia asal Kabupaten Jember ini mengalami gangguan daya ingat atau demensia saat tiba di AHES pada Sabtu (10/5).

Mereka adalah Achmad Sadin, 90 tahun, dan Enjo Endin Parmo, 70 tahun, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 32, dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada Minggu (11/5) pukul 19.30 WIB.

Dokter Gesta menjelaskan bahwa perubahan lingkungan dan kesulitan beradaptasi bisa memicu gangguan perilaku pada jamaah haji, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia atau rentan secara mental.

"Kondisi itu (demensia) biasanya muncul karena kecemasan yang tidak bisa dikendalikan, lalu jamaah mencari-cari alasan agar bisa pulang. Kami akan terus memantau dan memastikan kestabilan dua jamaah tersebut," imbuhnya.

Oleh karena itu, perlu pengawasan lebih ketat terhadap jamaah lanjut usia. Gesta berharap pemerintah segera membuat regulasi khusus untuk penanganan jamaah demensia demi menjaga aspek kemanusiaan.

Ia juga menuturkan bahwa jamaah haji dengan kondisi demensia diperbolehkan untuk dibadalkan hajinya.

"Boleh saja hajinya dibadalkan ke anaknya, karena kasihan juga kalau dipaksakan berangkat," tukas Gesta.

Hingga Sabtu malam (10/5), sebanyak 30 kloter dengan total 11.381 jamaah telah diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya menuju Tanah Suci.

Jumlah ini setara dengan 30 persen dari keseluruhan 36.845 jamaah yang terdaftar. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#lansia #embarkasi surabaya #indonesia #dimensia #sapi #lupa #minta pulang #jemaah haji #jember